Morsi dituduh bocorkan rahasia Mesir ke Iran
Senin, 24 Februari 2014 - 10:39 WIB
Morsi dituduh bocorkan rahasia Mesir ke Iran
A
A
A
Sindonews.com – Jaksa pengadilan Mesir menuduh presiden terguling, Mohammed Morsi telah membocorkan rahasia negara ke Pengawal Revolusi Iran. Tindakan itu, dianggap sebagai bagian dari rencana utnuk mengacaukan Mesir.
Tuduhan Morsi terlibat kasus spionase itu muncul dalam sidang kedua. Tokoh yang didukung kelompok Ikhwanul Muslimin Mesir itu, kini mendekam di penjara, sejak digulingkan pada Juli 2013 silam.
Selain Morsi, ada 35 orang lainnya, termasuk para pemimpin Ikhwanul Muslimin yang dituduh bersekongkol dengan kekuatan asing, yakni gerakan militan Hamas dan militan Syiah Iran untuk mengacaukan Mesir.
“Mereka secara khusus dituduh memberikan informasi rahasia pertahanan nasional kepada Garda Revolusi Iran dalam rangka untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas negara (Mesir),” bunyi pernyataan jaksa Mesir, seperti dilansir Al Arabiya, Senin (24/2/2014).
Selama Morsi menjadi Presiden Mesir selama setahun, hubungan antara Kairo dan Hamas terjalin erat. Namun, sejak Juli 2013, Pemerintah Mesir di bawah kendali militer mengungkap tuduhan, bahwa Morsi yang didukung Ikhwanul Muslimin berkomplot dengaan Hamas melakukan serangan teror di dalam negeri.
Pada sidang yang digelar kemarin, Morsi ditempatkan di tempat khusus yang dilengkapi kaca kedap suara. Hal itu diklaim agar dia dan para terdakwa lain tidak terganggu oleh pihak-pihak tertentu. Para terdakwa menolak tuduhan tersebut, termasuk pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin, Mohamed Badie, dan wakilnya Khairat al – Shater.
Tuduhan Morsi terlibat kasus spionase itu muncul dalam sidang kedua. Tokoh yang didukung kelompok Ikhwanul Muslimin Mesir itu, kini mendekam di penjara, sejak digulingkan pada Juli 2013 silam.
Selain Morsi, ada 35 orang lainnya, termasuk para pemimpin Ikhwanul Muslimin yang dituduh bersekongkol dengan kekuatan asing, yakni gerakan militan Hamas dan militan Syiah Iran untuk mengacaukan Mesir.
“Mereka secara khusus dituduh memberikan informasi rahasia pertahanan nasional kepada Garda Revolusi Iran dalam rangka untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas negara (Mesir),” bunyi pernyataan jaksa Mesir, seperti dilansir Al Arabiya, Senin (24/2/2014).
Selama Morsi menjadi Presiden Mesir selama setahun, hubungan antara Kairo dan Hamas terjalin erat. Namun, sejak Juli 2013, Pemerintah Mesir di bawah kendali militer mengungkap tuduhan, bahwa Morsi yang didukung Ikhwanul Muslimin berkomplot dengaan Hamas melakukan serangan teror di dalam negeri.
Pada sidang yang digelar kemarin, Morsi ditempatkan di tempat khusus yang dilengkapi kaca kedap suara. Hal itu diklaim agar dia dan para terdakwa lain tidak terganggu oleh pihak-pihak tertentu. Para terdakwa menolak tuduhan tersebut, termasuk pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin, Mohamed Badie, dan wakilnya Khairat al – Shater.
(mas)