Terungkap, gadis di Inggris digilir 30 pria selama 6 jam
Sabtu, 22 Februari 2014 - 13:25 WIB
Terungkap, gadis di Inggris digilir 30 pria selama 6 jam
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah laporan di Inggris terungkap, seorang gadis remaja menjadi korban kekerasan seksual secara massal di sebuah kota di Birmingham. Laporan itu merupakan salah satu dari 35 kasus serupa yang diungkap aktivis hak-hak perempuan Shaista Gohir.
Dalam laporannya, Gohir menyebut, salah satu korban diperkosa oleh 30 orang, termasuk seorang ayah dan anaknya yang bersergam sekolah secara begiliran selama enam jam. Laporan tersebut juga disampaikan Gohir kepada anggota dewan Kota Birmingham.
Dari 35 korban yang menceritakan pengalaman pahitnya, salah satunya adalah gadis Asia. Gohir selama ini aktif merawat korban-korban kekerasan seksual, terutama dari gadis-gadis Asia di Birmingham.
Gohir juga menentang bahwa kasus seperti itu sudah populer di Rochdale dan Oxford. Terutama dilakukan para pria-pria Asia dengan korban para gadis kulit putih.
”Orang-orang memberitahu saya bahwa mereka mendengar kasus itu biasa di Rochdale dan Oxford. Tapi salah, itu terjadi di tempat lain juga, di Birmingham. Itu terjadi di mana-mana,” ujarnya kemarin (21/2/2014), seperti dilansir Mail Online.
Dalam laporannya, Gohir juga menulis solusi yang dilakukan keluarga korban. Di antaranya, dengan mengirim putrinya luar negeri atau buru-buru menikahkan korban, dengan mengabaikan masalah yang dirasakan para korban.
”Hambatan terbesar yang kita butuhkan untuk mengatasi adalah rasa malu dan pertaruha kehormatan,” ujar Gohir. ”Mereka lebih suka melindungi kehormatan keluarga dan masyarakat daripada melaporkan pelaku dan melindungi gadis-gadis lain,” imbuh dia.
Dalam laporannya, Gohir menyebut, salah satu korban diperkosa oleh 30 orang, termasuk seorang ayah dan anaknya yang bersergam sekolah secara begiliran selama enam jam. Laporan tersebut juga disampaikan Gohir kepada anggota dewan Kota Birmingham.
Dari 35 korban yang menceritakan pengalaman pahitnya, salah satunya adalah gadis Asia. Gohir selama ini aktif merawat korban-korban kekerasan seksual, terutama dari gadis-gadis Asia di Birmingham.
Gohir juga menentang bahwa kasus seperti itu sudah populer di Rochdale dan Oxford. Terutama dilakukan para pria-pria Asia dengan korban para gadis kulit putih.
”Orang-orang memberitahu saya bahwa mereka mendengar kasus itu biasa di Rochdale dan Oxford. Tapi salah, itu terjadi di tempat lain juga, di Birmingham. Itu terjadi di mana-mana,” ujarnya kemarin (21/2/2014), seperti dilansir Mail Online.
Dalam laporannya, Gohir juga menulis solusi yang dilakukan keluarga korban. Di antaranya, dengan mengirim putrinya luar negeri atau buru-buru menikahkan korban, dengan mengabaikan masalah yang dirasakan para korban.
”Hambatan terbesar yang kita butuhkan untuk mengatasi adalah rasa malu dan pertaruha kehormatan,” ujar Gohir. ”Mereka lebih suka melindungi kehormatan keluarga dan masyarakat daripada melaporkan pelaku dan melindungi gadis-gadis lain,” imbuh dia.
(mas)