Wanita Inggris ini merasa seksi karena berjenggot
Kamis, 20 Februari 2014 - 11:45 WIB
Wanita Inggris ini merasa seksi karena berjenggot
A
A
A
Sindonews.com –Harnaam Kaur, 23, wanita yang berdomisili di Inggris ini tampil beda dari wanita pada umumnya. Dia merasa lebih seksi, karena tumbuh jenggot.
Kaur meraskan kelainan itu sejak usia 11 tahun, di mana saat itu dagunya mulai ditumbuhi rambut. Di awal-awal munculnya rambut di wajah itu, Kaur merasa tidak percaya diri, karena dia harus pergi ke sekolah.
Dia pun mencukur jenggotnya dua kali seminggu dan menggunakan pemutih ketika berangkat sekolah. Kaur, kala itu mengaku terganggu karena sering diledek teman-teman sekolahnya. ”Saya mendapatkan perlakuan buruk,” katanya kepada Mirror, kemarin (19/2/2014).”Di sekolah saya dijuluki 'Jenggoto' dan hal-hal lain seperti 'waria' dan panggilan lainnya.”
Oleh dokter, Kuar didiagnosis mengidap sindrom ovarium polikistik. Yakni, suatu kondisi yang menyebabkan pertumbuhan rambut yang berlebihan pada beberapa wanita. Pernah suatu hari saat usia remaja, Kaur ingin bunuh diri karena tak kuat menahan ledekan dari teman-temannya.
Tapi lain dulu, lain sekarang. Saat menginjak usia 23 tahun, Kaur justru bangga dengan jenggotnya. “Saya merasa tampil beda, dan saya telah belajar untuk menerimanya,” ujarnya. “Saya merasa lebih feminim, lebih seksi, dan saya pikir saya melihatnya seperti itu juga. Saya telah belajar untuk mencintai diri saya sendiri.”
Meski di luar orang-orang mencibirnya, Kaur tidak peduli. Terlebih, keluarganya mendukung penampilannya itu. ”Saudara saya, satu-satunya orang yang benar-benar terkejut dengan apa yang telah saya lakukan,” katanya, ketika dia menceritakan pernah mencukur jenggotnya. ”Dia memeluk saya dan berkata, dia telah melihat saya begitu cantik dengan jenggot,” imbuh dia.
Kaur meraskan kelainan itu sejak usia 11 tahun, di mana saat itu dagunya mulai ditumbuhi rambut. Di awal-awal munculnya rambut di wajah itu, Kaur merasa tidak percaya diri, karena dia harus pergi ke sekolah.
Dia pun mencukur jenggotnya dua kali seminggu dan menggunakan pemutih ketika berangkat sekolah. Kaur, kala itu mengaku terganggu karena sering diledek teman-teman sekolahnya. ”Saya mendapatkan perlakuan buruk,” katanya kepada Mirror, kemarin (19/2/2014).”Di sekolah saya dijuluki 'Jenggoto' dan hal-hal lain seperti 'waria' dan panggilan lainnya.”
Oleh dokter, Kuar didiagnosis mengidap sindrom ovarium polikistik. Yakni, suatu kondisi yang menyebabkan pertumbuhan rambut yang berlebihan pada beberapa wanita. Pernah suatu hari saat usia remaja, Kaur ingin bunuh diri karena tak kuat menahan ledekan dari teman-temannya.
Tapi lain dulu, lain sekarang. Saat menginjak usia 23 tahun, Kaur justru bangga dengan jenggotnya. “Saya merasa tampil beda, dan saya telah belajar untuk menerimanya,” ujarnya. “Saya merasa lebih feminim, lebih seksi, dan saya pikir saya melihatnya seperti itu juga. Saya telah belajar untuk mencintai diri saya sendiri.”
Meski di luar orang-orang mencibirnya, Kaur tidak peduli. Terlebih, keluarganya mendukung penampilannya itu. ”Saudara saya, satu-satunya orang yang benar-benar terkejut dengan apa yang telah saya lakukan,” katanya, ketika dia menceritakan pernah mencukur jenggotnya. ”Dia memeluk saya dan berkata, dia telah melihat saya begitu cantik dengan jenggot,” imbuh dia.
(mas)