Ukraina kian mencekam, korban tewas jadi 25 orang
Rabu, 19 Februari 2014 - 14:16 WIB
Ukraina kian mencekam, korban tewas jadi 25 orang
A
A
A
Sindonews.com – Demonstrasi rusuh di Ibukota Kiev, Ukraina, semakin mencekam. Hari ini (19/2/2014), korban tewas terus bertambah menjadi 25 orang.
Kementerian Kesehatan setempat, menyatakan, jumlah korban luka akibat kerusuhan yang melibatkan massa pro-oposisi dan polisi anti-huru hara semakin bertambah.
Kerusuhan sudah terjadi sejak kemarin pagi di Kiev dan berlanjut hingga saat ini. Ribuan demonstran, seperti dikutip Reuters, berbondong-bondong menuju parlemen. Aksi massa itu dipicu tuduhan para pemimpin oposisi, bahwa faksi pro-pemerintah di parlemen telah berkhianat.
Sebab, nasib reformasi konstitusi yang akan membatasi kekuasaan Presiden Ukraina menjadi tidak jelas. Di jalanan Ibukota Kiev, konfrontasi mematikan kembali terjadi, setelah polisi menyerbu barikade yang didirikan oleh pengunjuk rasa anti - pemerintah di Independence Square. Namun, polisi dilempari bom molotov.
Presiden Yanukovych mengatakan, bahwa orang-orang yang melanggar hukum harus dibawa ke pengadilan. ”Karena itu, saya sekali lagi mendesak para pemimpin oposisi, yang mengaku mencari penyelesaian damai, segera memisahkan diri dari pasukan radikal yang memprovokasi pertumpahan darah dan bentrokan dengan aparat penegak hukum. Atau mengakui bahwa mereka mendukung kelompok radikal itu,” katanya.
Kementerian Kesehatan setempat, menyatakan, jumlah korban luka akibat kerusuhan yang melibatkan massa pro-oposisi dan polisi anti-huru hara semakin bertambah.
Kerusuhan sudah terjadi sejak kemarin pagi di Kiev dan berlanjut hingga saat ini. Ribuan demonstran, seperti dikutip Reuters, berbondong-bondong menuju parlemen. Aksi massa itu dipicu tuduhan para pemimpin oposisi, bahwa faksi pro-pemerintah di parlemen telah berkhianat.
Sebab, nasib reformasi konstitusi yang akan membatasi kekuasaan Presiden Ukraina menjadi tidak jelas. Di jalanan Ibukota Kiev, konfrontasi mematikan kembali terjadi, setelah polisi menyerbu barikade yang didirikan oleh pengunjuk rasa anti - pemerintah di Independence Square. Namun, polisi dilempari bom molotov.
Presiden Yanukovych mengatakan, bahwa orang-orang yang melanggar hukum harus dibawa ke pengadilan. ”Karena itu, saya sekali lagi mendesak para pemimpin oposisi, yang mengaku mencari penyelesaian damai, segera memisahkan diri dari pasukan radikal yang memprovokasi pertumpahan darah dan bentrokan dengan aparat penegak hukum. Atau mengakui bahwa mereka mendukung kelompok radikal itu,” katanya.
(mas)