Pekan ini, Rusia akan kucurkan USD2 miliar bagi Ukraina
Selasa, 18 Februari 2014 - 23:28 WIB
Pekan ini, Rusia akan kucurkan USD2 miliar bagi Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Rusia mengaku akan mengucurkan paket bantuan senilai USD2 miliar bagi Ukraina. Demikian ditegaskan Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov, kepada kantor berita Rusia, ITAR-TASS, Selasa (18/2/2013).
"Minggu ini, dua miliar," kata Siluanov, ketika ditanya tentang tahap berikutnya dari paket bantuan senilai USD15 miliar. Ini adalah paket bantuan penting untuk Ukraina, yang secara efektif telah beku ketika protes meningkat di bulan lalu.
Pada Desember lalu, Rusia telah menyatakan akan memberikan bantuan keuangan pada Ukraina. Tapi, pada akhir Januari lalu, Rusia menangguhkan pengucuran bantuan sampai ada gambaran yang lebih jelas dari kekacauan politik di Ukraina.
"Kita tunggu sampai pemerintah baru terbentuk di Ukraina," kata Presiden Vladimir Putin, sehari setelah Perdana Menteri Ukraina dan seluruh pemerintahnya mengundurkan diri dalam upaya untuk membendung gelombang protes.
Ratusan ribu warga Ukraina telah melakukan aksi protes, 11 jam setelah munculnya keputusan Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych untuk berpaling pada kesepakatan dengan Uni Eropa dan memilih untuk memiliki hubungan yang lebih erat dengan Moskow.
"Minggu ini, dua miliar," kata Siluanov, ketika ditanya tentang tahap berikutnya dari paket bantuan senilai USD15 miliar. Ini adalah paket bantuan penting untuk Ukraina, yang secara efektif telah beku ketika protes meningkat di bulan lalu.
Pada Desember lalu, Rusia telah menyatakan akan memberikan bantuan keuangan pada Ukraina. Tapi, pada akhir Januari lalu, Rusia menangguhkan pengucuran bantuan sampai ada gambaran yang lebih jelas dari kekacauan politik di Ukraina.
"Kita tunggu sampai pemerintah baru terbentuk di Ukraina," kata Presiden Vladimir Putin, sehari setelah Perdana Menteri Ukraina dan seluruh pemerintahnya mengundurkan diri dalam upaya untuk membendung gelombang protes.
Ratusan ribu warga Ukraina telah melakukan aksi protes, 11 jam setelah munculnya keputusan Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych untuk berpaling pada kesepakatan dengan Uni Eropa dan memilih untuk memiliki hubungan yang lebih erat dengan Moskow.
(esn)