Matilah Israel & Ganyang AS nyaring di ultah revolusi Iran
Selasa, 11 Februari 2014 - 17:26 WIB
Matilah Israel & Ganyang AS nyaring di ultah revolusi Iran
A
A
A
Sindonews.com – Ratusan ribu rakyat Iran berkumpul di Teheran untuk menandai ulang tahun (ultah) ke-35 Revolusi Islam 1979. Mereka meneriakkan “Ganyang Amerika Serikat (AS)” dan “Matilah Israel” dalam perayaan itu.
Mengutip laman al-Arabiya, Selasa (11/2/2014), melaporkan, retorika anti – AS yang telah menjadi tradisi di Iran itu terus berlanjut hingga saat ini. Meskipun, Iran telah mengalami pergantian presiden, dari Mahmoud Ahmadinejad ke Hassan Rouhani sejak Agustus 2013 lalu.
Slogan kebencian rakyat Iran terhadap AS dan Israel itu, pernah dilarang beberapa waktu lalu, ketika Iran memulai perundingan nuklir dengan enam negara kekuatan dunia atau P5+1 (AS, Rusia, Inggris, China, Perancis dan Jerman).
Iran dan enam negara kekuatan dunia itu telah mencapai kesepakatan dalam perundingan nuklir tahap awal November 2013 lalu. Di mana, Teheran setuju untuk membatasi program pengayaan uraniumnya, dengan kompensasi ada pengurangan sanksi dari negara-negara Barat terhadap Iran.
“Revolusi Iran terjadi tahun 1979 dengan menggulingkan pemimpin Iran pro –AS, Shah Mohammad Reza Pahlavi dan membawa kubu kelompok Islam ke tampuk kekuasaan Iran,” tulis al-Arabiya. Media Iran melaporkan, berbagai demonstrasi anti-AS dan anti-Israel juga terjadi beberapa wilayah lain di Iran.
Mengutip laman al-Arabiya, Selasa (11/2/2014), melaporkan, retorika anti – AS yang telah menjadi tradisi di Iran itu terus berlanjut hingga saat ini. Meskipun, Iran telah mengalami pergantian presiden, dari Mahmoud Ahmadinejad ke Hassan Rouhani sejak Agustus 2013 lalu.
Slogan kebencian rakyat Iran terhadap AS dan Israel itu, pernah dilarang beberapa waktu lalu, ketika Iran memulai perundingan nuklir dengan enam negara kekuatan dunia atau P5+1 (AS, Rusia, Inggris, China, Perancis dan Jerman).
Iran dan enam negara kekuatan dunia itu telah mencapai kesepakatan dalam perundingan nuklir tahap awal November 2013 lalu. Di mana, Teheran setuju untuk membatasi program pengayaan uraniumnya, dengan kompensasi ada pengurangan sanksi dari negara-negara Barat terhadap Iran.
“Revolusi Iran terjadi tahun 1979 dengan menggulingkan pemimpin Iran pro –AS, Shah Mohammad Reza Pahlavi dan membawa kubu kelompok Islam ke tampuk kekuasaan Iran,” tulis al-Arabiya. Media Iran melaporkan, berbagai demonstrasi anti-AS dan anti-Israel juga terjadi beberapa wilayah lain di Iran.
(mas)