Abaikan Korut, AS & Korsel bakal nekat latihan perang
Senin, 10 Februari 2014 - 10:20 WIB
Abaikan Korut, AS & Korsel bakal nekat latihan perang
A
A
A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) akan nekat menggelar latihan perang gabungan yang dimulai 24 Februari 2014 hingga 18 April 2014.
AS dan Korsel memilih mengabaikan protes dan ancaman Korut yang akan membatalkan reuni rakyat dua Korea jika latihan perang digelar.
“Komandan AS telah memberitahukan kepada Tentara Korea Rakyat di Korut melalui Panmunjom perihal misi latihan Key Resolve dan Foal Eagle yang sifatnya non-provokatif,” bunyi pernyataan komandan AS dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Senin (10/2/2014).
Menyusul pengumuman adanya latihan perang AS dan Korsel itu, Korut langsung membatalkan undangan terbaru yang disampaikan kepada AS. Undangan yang disampaikan melalui delegasi khusus AS Robert King itu, terkait pembebasan misionaris AS Kennet Bae dari penjara Korut.
Pembatalan undangan untuk membahas pembebasan Bae itu untuk yang kedua kalinya. Pada Agustus tahun lalu, undangan yang disampaikan kepada Robert King juga dibatalkan.
Sebelumnya, Korut sudah menyerukan kepada Korsel untuk membatalkan latihan perang gabungan dengan AS. Jika nekat menggelar latihan perang, reuni yang sudah disepakati kedua Korea itu akan dibtalkan oleh Pyongyang.
Tahun lalu, Korut mengancam akan melakukan serangan nuklir terhadap AS dan sekutu-sekutunya ketika ketegangan terkait latihan perang AS dan Korsel memuncak.
AS dan Korsel memilih mengabaikan protes dan ancaman Korut yang akan membatalkan reuni rakyat dua Korea jika latihan perang digelar.
“Komandan AS telah memberitahukan kepada Tentara Korea Rakyat di Korut melalui Panmunjom perihal misi latihan Key Resolve dan Foal Eagle yang sifatnya non-provokatif,” bunyi pernyataan komandan AS dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Senin (10/2/2014).
Menyusul pengumuman adanya latihan perang AS dan Korsel itu, Korut langsung membatalkan undangan terbaru yang disampaikan kepada AS. Undangan yang disampaikan melalui delegasi khusus AS Robert King itu, terkait pembebasan misionaris AS Kennet Bae dari penjara Korut.
Pembatalan undangan untuk membahas pembebasan Bae itu untuk yang kedua kalinya. Pada Agustus tahun lalu, undangan yang disampaikan kepada Robert King juga dibatalkan.
Sebelumnya, Korut sudah menyerukan kepada Korsel untuk membatalkan latihan perang gabungan dengan AS. Jika nekat menggelar latihan perang, reuni yang sudah disepakati kedua Korea itu akan dibtalkan oleh Pyongyang.
Tahun lalu, Korut mengancam akan melakukan serangan nuklir terhadap AS dan sekutu-sekutunya ketika ketegangan terkait latihan perang AS dan Korsel memuncak.
(mas)