China desak AS tak lagi komentari ADIZ
Sabtu, 08 Februari 2014 - 22:44 WIB
China desak AS tak lagi komentari ADIZ
A
A
A
Sindonews.com – China pada Sabtu (8/2/2014), mendesak Amerika Serikat (AS) untuk tidak lagi membuat pernyataan tidak bertanggung jawab soal Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) yang diterapkan China di atas Laut Cina Timur.
"Ini adalah hak yang sah milik China, sebagai negara berdaulat, untuk mendirikan ADIZ di atas Laut China Timur," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, seperti dikutip dari Xinhua. Menurutnya, pembentukan ADIZ ini sejalan dengan hukum dan norma-norma internasional.
Lei membuat pernyataan ini ketika menjawab pertanyaan tentang sikap Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, tentang ADZI China. Satu hari sebelumnya, Kerry menyatakan, bahwa AS tidak mengakui ADIZ China di Laut China Selatan.
Lei mengatakan, AS yang mendirikan ADIZ enam dekade yang lalu, tidak memiliki hak untuk mengkritik langkah sah yang diambil China. “Kami mendesak AS untuk berhenti membuat pernyataan tidak bertanggung jawab, agar tidak membahayakan stabilitas regional dan hubungan China-AS,” lanjutnya.
ADIZ di atas Laut China Timur yang ditetapkan China pada November 2013, telah menimbulkan reaksi sejumlah negara di kawasan Asia.
"Ini adalah hak yang sah milik China, sebagai negara berdaulat, untuk mendirikan ADIZ di atas Laut China Timur," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, seperti dikutip dari Xinhua. Menurutnya, pembentukan ADIZ ini sejalan dengan hukum dan norma-norma internasional.
Lei membuat pernyataan ini ketika menjawab pertanyaan tentang sikap Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, tentang ADZI China. Satu hari sebelumnya, Kerry menyatakan, bahwa AS tidak mengakui ADIZ China di Laut China Selatan.
Lei mengatakan, AS yang mendirikan ADIZ enam dekade yang lalu, tidak memiliki hak untuk mengkritik langkah sah yang diambil China. “Kami mendesak AS untuk berhenti membuat pernyataan tidak bertanggung jawab, agar tidak membahayakan stabilitas regional dan hubungan China-AS,” lanjutnya.
ADIZ di atas Laut China Timur yang ditetapkan China pada November 2013, telah menimbulkan reaksi sejumlah negara di kawasan Asia.
(esn)