Israel ketakutan dengan kampanye boikot internasional

Rabu, 05 Februari 2014 - 18:54 WIB
Israel ketakutan dengan...
Israel ketakutan dengan kampanye boikot internasional
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Israel ketakutan dengan munculnya kampanye internasional untuk memboikot produk-produk Israel. Jika pemboikotan terjadi secara parsial di seluruh dunia, ekonomi Israel bisa dalam bahaya.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menganggap kampanye boikot itu sebagai masalah sensitif. Dia, hari ini (5/2/2014) menggelar pertemuan kabinet darurat untuk mencari solusi atas masalah itu.

Awalnya, ancaman boikot disuarakan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry yang menjadi mediator perundingan damai Israel dan Palestina. Kerry mengancam akan menyerukan pemboikotan terhadap Israel, jika perundingan damai Israel dengan Palestina gagal.

Sehari kemudian, giliran Uni Eropa yang mengeluarkan ancaman serupa terhadap Israel. Menteri Keuangan Israel, Yair Lapid, telah memperingatkan bahwa Israel sangat rentan terhadap pemboikotan dari Uni Eropa. Sebab Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar Israel.

Jika terjadi pemboikotan parsial, Israel kemungkinan akan mengalami penurunan nilai ekspor ke Uni Eropa hingga USD5,7 miliar. Dampak lainnya, Israel akan kehilangan 9.800 lapangan pekerjaan.

Menteri Urusan Strategis Israel, Yuval Steinitz , sekutu politik Netanyahu, sempat mengecam ancaman Kerry. ”Itu tidak adil dan tidak dapat ditoleransi,” katanya, seperti dikutip Jpost. “Israel tidak dapat bernegosiasi dengan todongan pistol ke kepalanya,” lanjut dia menggambarkan ancaman tersebut.

Kendati demikian, Lapid memperingatkan bahwa Israel harus mengambil langkah serius dengan ancaman pemboikotan itu. ”Kita seharusnya tidak menipu diri sendiri. Dunia sedang mendengarkan kita kurang, dan kurang. Kita harus mengakui bahwa jika negosiasi (dengan Palestina) gagal, dunia akan percaya bahwa kita yang bertanggung jawab, dan akan ada harga yang harus dibayar,” ujarnya.

Menurutnya, boikot terhadap beberapa produk Israel telah dimulai di Eropa. ”Tidak ada yang lebih mudah bagi Eropa ketimbang mengumumkan bahwa, mereka memboikot barang dari Israel. Karena pada kenyataannya, sangat sedikit barang-barang Israel di sana.”
(mas)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
3 jam yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
4 jam yang lalu
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
5 jam yang lalu
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
6 jam yang lalu
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
7 jam yang lalu
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
8 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved