Lagi, 50 WNI ikut perang di Suriah jadi sorotan
Sabtu, 01 Februari 2014 - 15:16 WIB
Lagi, 50 WNI ikut perang di Suriah jadi sorotan
A
A
A
Sindonews.com – Para warga negara Indonesia(WNI) yang menjadi militan dan berperang di Suriah bersama ribuan militan asing lainnya kembali menjadi sorotan.
Sebuah lembaga yang berbasis di Jakarta merilis laporan, bahwa para WNI sejak 2012 telah terbang ke Suriah untuk memerangi pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Laporan itu, dilansir Institut Analisis Kebijakan Konflik pimpinan Sidney Jones. Menurutnya, konflik Suriah telah mendekati tahun ketiga dan memicu para militan Indonesia untuk bergabung.
Sidney Jones, mengutip data dari Kementerian Luar Negeri Indonesia yang memperoleh informasi dari Pemerintah Suriah. Isinya, bahwa setidaknya 50 orang Indonesia telah melakukan perjalanan ke Suriah melalui Turki untuk mengangkat senjata sejak 2012. ”Angka itu hanya perkiraan, mungkin bisa meningkat,” kata Sidney Jones, seperti dikutip New York Times, kemarin.
Sidney Jones mengatakan, para militan Indonesia bisa dengan mudah terbang melalui penerbangan komersial ke Turki. Di sana, mereka bergabung dengan Ahrar al - Sham, salah satu kelompok Islam yang memerangi pemerintah Presiden Bashar al – Assad.
Beberapa militan Indonesia juga telah berhubungan dengan Kelompok Negara Islam Irak di Suriah, sebuah kelompok garis keras yang terkait dengan al-Qaeda.
”Ada dua masalah utama bagi Indonesia,” ucap Sidney. ”Salah satunya adalah kembalinya militan asing. Kedua , proses penggalangan dana untuk Suriah dapat memperkuat basis sumber daya dari kelompok di Indonesia , seperti Jemaah Islamiyah.”
Sidney menyebut, Jemaah Islamiyah terkait pada jaringan teroris Asia Tenggara yang melakukan pemboman di Bali tahun 2002. Kelompok itulah, lanjut dia, yang merekrut para WNI menjadi militan untuk berperang di Suriah.
Sebuah lembaga yang berbasis di Jakarta merilis laporan, bahwa para WNI sejak 2012 telah terbang ke Suriah untuk memerangi pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Laporan itu, dilansir Institut Analisis Kebijakan Konflik pimpinan Sidney Jones. Menurutnya, konflik Suriah telah mendekati tahun ketiga dan memicu para militan Indonesia untuk bergabung.
Sidney Jones, mengutip data dari Kementerian Luar Negeri Indonesia yang memperoleh informasi dari Pemerintah Suriah. Isinya, bahwa setidaknya 50 orang Indonesia telah melakukan perjalanan ke Suriah melalui Turki untuk mengangkat senjata sejak 2012. ”Angka itu hanya perkiraan, mungkin bisa meningkat,” kata Sidney Jones, seperti dikutip New York Times, kemarin.
Sidney Jones mengatakan, para militan Indonesia bisa dengan mudah terbang melalui penerbangan komersial ke Turki. Di sana, mereka bergabung dengan Ahrar al - Sham, salah satu kelompok Islam yang memerangi pemerintah Presiden Bashar al – Assad.
Beberapa militan Indonesia juga telah berhubungan dengan Kelompok Negara Islam Irak di Suriah, sebuah kelompok garis keras yang terkait dengan al-Qaeda.
”Ada dua masalah utama bagi Indonesia,” ucap Sidney. ”Salah satunya adalah kembalinya militan asing. Kedua , proses penggalangan dana untuk Suriah dapat memperkuat basis sumber daya dari kelompok di Indonesia , seperti Jemaah Islamiyah.”
Sidney menyebut, Jemaah Islamiyah terkait pada jaringan teroris Asia Tenggara yang melakukan pemboman di Bali tahun 2002. Kelompok itulah, lanjut dia, yang merekrut para WNI menjadi militan untuk berperang di Suriah.
(mas)