Putin tolak semua campur tangan asing di Ukraina
Rabu, 29 Januari 2014 - 09:00 WIB
Putin tolak semua campur tangan asing di Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Rusia, Vladimir Putin, menolak semua campur tangan asing di Ukraina. Menurutnya, kunjungan yang dilakukan oleh utusan luar negeri malah menambah parah kerusuhan di bekas negara pecahan Uni Soviet itu.
"Saya berpikir, bahwa lebih banyak perantara yang hadir, akan semakin banyak masalah yang muncul," kata Putin dalam konferensi pers di Brussels, setelah pertemuan puncak dengan para pejabat Uni Eropa.
"Saya berpikir, bahwa orang-orang Ukraina akan mampu memecahkan masalah ini sendiri. Saya hanya bisa membayangkan bagaimana mitra Eropa kami akan merespon, jika krisis terjadi di negara seperti Yunani atau Siprus,” kata Putin, seperti dikutip dari AFP.
Komentar Putin itu terkait dengan misi terselubung Uni Eropa dan negara-negara Barat lainnya yang telah mengirim serangkaian diplomat ke Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala urusan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton segera terbang ke kota Kiev setelah pertemuan puncak untuk kunjungan terbarunya. Sementara pejabat Uni Eropa lainnya, Stefan Fuele, baru kembali dari kunjungan empat hari di Ukraina.
Pada Desember 2013, Victoria Nuland, Asisten Menlu Amerika Serikat (AS) membagikan kue untuk pengunjuk rasa anti pemerintah di Kiev. Sementara Senator AS, John McCain, menunjukkan dukungan pada 200 ribu pendukung oposisi, dengan mengatakan, "Amerika berdiri bersama Anda”.
"Saya berpikir, bahwa lebih banyak perantara yang hadir, akan semakin banyak masalah yang muncul," kata Putin dalam konferensi pers di Brussels, setelah pertemuan puncak dengan para pejabat Uni Eropa.
"Saya berpikir, bahwa orang-orang Ukraina akan mampu memecahkan masalah ini sendiri. Saya hanya bisa membayangkan bagaimana mitra Eropa kami akan merespon, jika krisis terjadi di negara seperti Yunani atau Siprus,” kata Putin, seperti dikutip dari AFP.
Komentar Putin itu terkait dengan misi terselubung Uni Eropa dan negara-negara Barat lainnya yang telah mengirim serangkaian diplomat ke Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala urusan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton segera terbang ke kota Kiev setelah pertemuan puncak untuk kunjungan terbarunya. Sementara pejabat Uni Eropa lainnya, Stefan Fuele, baru kembali dari kunjungan empat hari di Ukraina.
Pada Desember 2013, Victoria Nuland, Asisten Menlu Amerika Serikat (AS) membagikan kue untuk pengunjuk rasa anti pemerintah di Kiev. Sementara Senator AS, John McCain, menunjukkan dukungan pada 200 ribu pendukung oposisi, dengan mengatakan, "Amerika berdiri bersama Anda”.
(esn)