Anak-anak korban tsunami Jepang butuh perawatan psikiatri

Selasa, 28 Januari 2014 - 03:11 WIB
Anak-anak korban tsunami...
Anak-anak korban tsunami Jepang butuh perawatan psikiatri
A A A
Sindonews.com – Satu dari empat anak-anak yang menjadi korban tsunami Jepang pada 2011 silam, saat ini memiliki masalah kejiwaan. Demikian terungkap dalam sebuah laporan pemerintah yang dirilis Senin (27/1/2014).

Seperti dilaporkan AFP, para peneliti menemukan 25,9 persen anak-anak berusia antara tiga dan lima menderita sejumlah gejala, termasuk vertigo, mual, dan sakit kepala. Beberapa anak menunjukkan perilaku yang mengkhawatirkan, seperti kekerasan.

Menurut tim peneliti yang dipimpin oleh profesor Shigeo Kure dari Tohoku University School of Medicine, anak-anak ini terluka mentalnya karena kehilangan teman-teman, melihat kehancuran rumah mereka, berpisah dari orang tua atau akibat melihat ombak besar yang menghantam daratan.

“Anak-anak yang tidak menerima perawatan yang diperlukan, bisa menderita masalah yang jauh lebih buruk di kemudian hari. Masalah itu bisa mencakup gangguan perkembangan dan kesulitan belajar, yang akan mempengaruhi prestasi akademik dan prospek pekerjaan," ungkap Kure.

Persentase anak yang membutuhkan perawatan psikiatri hingga tiga kali lipat lebih besar dibandingkan beberapa bagian di Jepang yang tidak terpengaruh oleh bencana. Misalnya, 8,5 persen anak-anak di Prefektur Mie, di Jepang tengah, membutuhkan bantuan.

"Saya terkejut melihat persentase anak-anak yang membutuhkan perawatan medis. Saya tidak berharap sebesar itu. Anak-anak yang merupakan bagian dari studi kami telah menerima dan akan terus menerima perawatan kejiwaan di tahun-tahun mendatang,” jelas Kure.

"Saya membayangkan ada banyak anak-anak, yang tampaknya menjalani hidup normal, tetapi menunjukkan perilaku yang perlu perhatian dokter. Misalnya, tiba-tiba bangun pada tengah malam atau menggigit kuku mereka," lanjutnya.
(esn)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
50 menit yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
1 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
2 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
2 jam yang lalu
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
4 jam yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
5 jam yang lalu
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved