Korban tewas akibat bentrokan di Mesir menjadi 49 jiwa
Minggu, 26 Januari 2014 - 22:02 WIB
Korban tewas akibat bentrokan di Mesir menjadi 49 jiwa
A
A
A
Sindonews.com – Jumlah korban tewas akibat bentrokan selama aksi protes di Mesir pada Sabtu (25/1/2014) meningkat menjadi 49 jiwa. Demikian dinyatakan Kementerian Kesehatan Mesir, Minggu (26/1/2014), seperti dikutip dari Reuters.
Aksi protes ini dilakukan untuk memperingati ulang tahun ketiga dari pemberontakan rakyat yang menggulingkan mantan diktator Mesir, Hosni Mubarak. Menurut kementerian itu, hampir 250 orang terluka di Kairo dan beberapa provinsi lainnya di Mesir.
Sementara Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu, bahwa mereka telah menangkap 1.079 perusuh atas tuduhan kepemilikan senapan, bom molotov, kembang api, dan senjata lainnya.
Menurut kementerian itu, sejumlah polisi terluka dalam bentrokan dengan ribuan demonstran pendukung presiden terguling Mohamed Morsi. Para demonstran memprotes pemerintahan sementara Mesir yang didukung militer.
Sejak Mubarak digulingkan, Mesir telah dicengkeram oleh pergolakan politik dan aksi kekerasan di jalanan. Meski pemerintahan sementara telah menggelar referendum, namun hal itu tak membuat kondisi dalam negeri Mesir membaik.
Aksi protes ini dilakukan untuk memperingati ulang tahun ketiga dari pemberontakan rakyat yang menggulingkan mantan diktator Mesir, Hosni Mubarak. Menurut kementerian itu, hampir 250 orang terluka di Kairo dan beberapa provinsi lainnya di Mesir.
Sementara Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu, bahwa mereka telah menangkap 1.079 perusuh atas tuduhan kepemilikan senapan, bom molotov, kembang api, dan senjata lainnya.
Menurut kementerian itu, sejumlah polisi terluka dalam bentrokan dengan ribuan demonstran pendukung presiden terguling Mohamed Morsi. Para demonstran memprotes pemerintahan sementara Mesir yang didukung militer.
Sejak Mubarak digulingkan, Mesir telah dicengkeram oleh pergolakan politik dan aksi kekerasan di jalanan. Meski pemerintahan sementara telah menggelar referendum, namun hal itu tak membuat kondisi dalam negeri Mesir membaik.
(esn)