Aneh, polisi justru bela 13 pemerkosa gadis India
Sabtu, 25 Januari 2014 - 12:21 WIB
Aneh, polisi justru bela 13 pemerkosa gadis India
A
A
A
Sindonews.com – Polisi Distrik Birbhum, India, ramai-ramai dikecam kalangan pengacara dan kelompok pelindung perempuan di negara itu, karena membela 13 pemerkosa gadis India.
Korban yang berusia 20 tahun diperkosa bergiliran oleh 13 orang atas perintah ketua suku Bengal Barat sebagai hukuman, karena gadis itu berpacaran dengan pria Muslim dari suku tetangga.
Kepala Menteri Bengal Barat, Mamata Banerjee, memerintahkan pemecatan kepala polisi Distrik Birbhum, setelah kasus pemerkosaan itu mempermalukan India di mata dunia. Para pelaku, termasuk ketua suku telah ditahan untuk menjalani dakwaan.
Sejumlah media India melaporkan, sesaat setelah kejadian, polisi distrik itu tidak menahan para para pelaku dan memeriksa mereka. Bahkan, polisi juga tidak mengumpulkan bukti-bukti pemerkosaan itu.
Kepala Komisi Perempuan Bengal Barat, Sunanda Mukherjee, memerintahkan penyelidikan atas kasus itu.”Polisi kami minta menyelidiki kasus ini, dan menyampaikan laporan kepada komisi dalam waktu 10 hari,” katanya, seperti dikutip The Hindustan Times, Sabtu (25/1/2014).
Media India itu juga menulis tindakan aneh para polisi Distrik Birbhum, di mana, mereka justru menyalahkan gadis yang jadi korban pemerkosaan itu. “Mereka membenarkan hukuman untuk wanita yang tidak bermoral,” tulis media itu mengacu pada pelanggaran aturan suku oleh gadis itu setelah berpacaran dengan suku tetangga.
Laporan lain menyebut, para warga suku setempat yang hidup dalam kemiskinan merasa iri dengan korban sehingga tidak peduli dengan tindakan pemerkosaan yang dialami gadis tersebut.
Perasaan iri itu dipicu oleh kondisi keluarga korban yang mendadak memiliki televisi dan bangunan rumahnya menjadi lebih baik setelah berpacaran dengan pria dari suku tetangga. Mereka curiga, gadis itu mempetaruhkan kehormatannya kepada pacarnya tersebut.
Korban yang berusia 20 tahun diperkosa bergiliran oleh 13 orang atas perintah ketua suku Bengal Barat sebagai hukuman, karena gadis itu berpacaran dengan pria Muslim dari suku tetangga.
Kepala Menteri Bengal Barat, Mamata Banerjee, memerintahkan pemecatan kepala polisi Distrik Birbhum, setelah kasus pemerkosaan itu mempermalukan India di mata dunia. Para pelaku, termasuk ketua suku telah ditahan untuk menjalani dakwaan.
Sejumlah media India melaporkan, sesaat setelah kejadian, polisi distrik itu tidak menahan para para pelaku dan memeriksa mereka. Bahkan, polisi juga tidak mengumpulkan bukti-bukti pemerkosaan itu.
Kepala Komisi Perempuan Bengal Barat, Sunanda Mukherjee, memerintahkan penyelidikan atas kasus itu.”Polisi kami minta menyelidiki kasus ini, dan menyampaikan laporan kepada komisi dalam waktu 10 hari,” katanya, seperti dikutip The Hindustan Times, Sabtu (25/1/2014).
Media India itu juga menulis tindakan aneh para polisi Distrik Birbhum, di mana, mereka justru menyalahkan gadis yang jadi korban pemerkosaan itu. “Mereka membenarkan hukuman untuk wanita yang tidak bermoral,” tulis media itu mengacu pada pelanggaran aturan suku oleh gadis itu setelah berpacaran dengan suku tetangga.
Laporan lain menyebut, para warga suku setempat yang hidup dalam kemiskinan merasa iri dengan korban sehingga tidak peduli dengan tindakan pemerkosaan yang dialami gadis tersebut.
Perasaan iri itu dipicu oleh kondisi keluarga korban yang mendadak memiliki televisi dan bangunan rumahnya menjadi lebih baik setelah berpacaran dengan pria dari suku tetangga. Mereka curiga, gadis itu mempetaruhkan kehormatannya kepada pacarnya tersebut.
(mas)