Kunjungan Menlu AS di Timur Tengah berakhir tanpa kerangka kesepakatan
Selasa, 07 Januari 2014 - 03:54 WIB
Kunjungan Menlu AS di Timur Tengah berakhir tanpa kerangka kesepakatan
A
A
A
Sindonews.com – Setelah melakukan kunjungan selama empat hari di Timur Tengah, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, kembali ke AS pada Senin (6/1/2014), tanpa kesepakatan kerangka kerja untuk memandu pembicaraan damai Israel-Palestina.
Dalam kunjungan ke 10 sejak menjabat sebagai Menlu AS, Kerry telah menghabiskan berjam-jam pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Selain itu, Kerry juga mengunjungi Yordania dan Arab Saudi.
Menurut sebuah laporan di harian Israel, Maariv, Kerry menekan Netanyahu untuk menyetujui formula yang akan memungkinkan kembalinya beberapa pengungsi Palestina, yang melarikan diri atau diusir dari Israel ketika negara Yahudi diciptakan pada tahun 1948.
Kerry menyatakan, timnya yang dipimpin oleh utusan khusus AS, Martin Indyk, akan terus bekerja di Timur Tengah. Kerry berjanji, kesepakatan apapun yang akan dicapai, akan bersifat "adil dan seimbang”. "Jalan ini menjadi jelas, teka-teki ini menjadi lebih pasti dan itu menjadi jauh lebih jelas bagi semua orang,” kata Kerry.
Dalam kunjungan ke 10 sejak menjabat sebagai Menlu AS, Kerry telah menghabiskan berjam-jam pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Selain itu, Kerry juga mengunjungi Yordania dan Arab Saudi.
Menurut sebuah laporan di harian Israel, Maariv, Kerry menekan Netanyahu untuk menyetujui formula yang akan memungkinkan kembalinya beberapa pengungsi Palestina, yang melarikan diri atau diusir dari Israel ketika negara Yahudi diciptakan pada tahun 1948.
Kerry menyatakan, timnya yang dipimpin oleh utusan khusus AS, Martin Indyk, akan terus bekerja di Timur Tengah. Kerry berjanji, kesepakatan apapun yang akan dicapai, akan bersifat "adil dan seimbang”. "Jalan ini menjadi jelas, teka-teki ini menjadi lebih pasti dan itu menjadi jauh lebih jelas bagi semua orang,” kata Kerry.
(esn)