Kasus gadis India diperkosa 2 kali & dibakar ditutupi polisi
Jum'at, 03 Januari 2014 - 14:30 WIB
Kasus gadis India diperkosa 2 kali & dibakar ditutupi polisi
A
A
A
Sindonews.com - Enam orang geng pemerkosa India menghadapi tuduhan pembunuhan terhadap gadis berusia 16 tahun. Mereka dituduh memperkosa gadis itu dua kali pada Oktober 2013, kemudian membakar korban hingga tewas.
Media India, Hindustan Times, kemarin, melaporkan, korban hamil setelah dilakukan otopsi. Korban juga menjalani tes DNA untuk menentukan salah satu tersangka yang harus bertanggung jawab atas kehamilan korban.
Namun, Polisi Bengal Barat, India yang menangani kasus perkosaan itu dituduh pihak kerabat korban menutupi kasus sadis tersebut. Menurut kerabat korban, kematian korban disebut polisi sebagai usaha bunuh diri.
Tidak hanya itu, Rabu lalu, aparat polisi setempat juga membajak mobil jenazah dan mencoba untuk mengkremasi jenazah korban.”(Padahal) keluarga korban ingin jenazah gadis itu kembali ke Bihar (kampung korban),” tulis Times of India.
Orangtua korban menyebut, para aparat keamanan itu bertindak seperti preman. Sebab, ayah korban juga dipaksa untuk menyerahkan sertifikat atau bukti tertulis perihal penyebab kematian korban.
”Polisi mengambil jenazah dan mencoba untuk mengkremasinya. Tapi tidak bisa, karena sertifikat kematian korban ada di tangan gadis itu,” kata seorang anggota Partai Komunis kepada Press Trust of India. ”Setelah tersiar kabar, kami buru-buru ke krematorium dan memprotes serta memaksa agar polisi itu mengundurkan diri,” lanjut politisi yang tidak mau disebut namanya.
Kasus itu memicu kemarahan warga India. Di Kolkata dan New Delhi, ratusan perempuan dan pendukung korban turun ke jalan dengan menyalakan lilin sebagai bentuk kecaman terhadap polisi dan para geng pemerkosa.
Media India, Hindustan Times, kemarin, melaporkan, korban hamil setelah dilakukan otopsi. Korban juga menjalani tes DNA untuk menentukan salah satu tersangka yang harus bertanggung jawab atas kehamilan korban.
Namun, Polisi Bengal Barat, India yang menangani kasus perkosaan itu dituduh pihak kerabat korban menutupi kasus sadis tersebut. Menurut kerabat korban, kematian korban disebut polisi sebagai usaha bunuh diri.
Tidak hanya itu, Rabu lalu, aparat polisi setempat juga membajak mobil jenazah dan mencoba untuk mengkremasi jenazah korban.”(Padahal) keluarga korban ingin jenazah gadis itu kembali ke Bihar (kampung korban),” tulis Times of India.
Orangtua korban menyebut, para aparat keamanan itu bertindak seperti preman. Sebab, ayah korban juga dipaksa untuk menyerahkan sertifikat atau bukti tertulis perihal penyebab kematian korban.
”Polisi mengambil jenazah dan mencoba untuk mengkremasinya. Tapi tidak bisa, karena sertifikat kematian korban ada di tangan gadis itu,” kata seorang anggota Partai Komunis kepada Press Trust of India. ”Setelah tersiar kabar, kami buru-buru ke krematorium dan memprotes serta memaksa agar polisi itu mengundurkan diri,” lanjut politisi yang tidak mau disebut namanya.
Kasus itu memicu kemarahan warga India. Di Kolkata dan New Delhi, ratusan perempuan dan pendukung korban turun ke jalan dengan menyalakan lilin sebagai bentuk kecaman terhadap polisi dan para geng pemerkosa.
(mas)