Usai stasiun kereta, giliran bus di Rusia dibom, 10 tewas
Senin, 30 Desember 2013 - 12:53 WIB
Usai stasiun kereta, giliran bus di Rusia dibom, 10 tewas
A
A
A
Sindonews.com – Setelah stasiun kereta api di Volgograd Rusia dibom dan menewaskan sekitar 17 orang, kemarin, kini giliran sebuah bus listrik dibom. Bom kedua di Rusia pada Senin (30/12/2013), menewaskan 10 orang.
“Bom meledak di sebuah bus listrik pada hari Senin, sebagai serangan mematikan kedua di Kota Volgograd, Rusia dalam dua hari ini,” kata pihak otoritas penegakan hukum Rusia, seperti dikutip Reuters.
Bom yang meledak di stasin kereta api kemarin, terjadi di sebuah kota, di mana 40 hari lagi akan menyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin di resor Laut Hitam Sochi.
Sebuah tayangan stasiun televisi negara, menunjukkan puing-puing bus listrik berserakan di sekitar jalan. Penyelidik federal mengatakan ledakan itu diyakini sebagai ulah teroris.
Jauh sebelum dua bom itu meledak, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menerima ancaman teror dari para gerilyawan di Rusia selatan. Ancaman melalui situs itu, pernah muncul pada bulan Juli 2013, di mana para gerilyawan bersumpah untuk menggunakan kekuatan maksimal untuk mencegah penyelenggaraan olimpiade tersebut.
Hingga kini belum ada pihak atau kelompok yang mengaku bertanggung jawa atas dua bom selama dua hari beturut-turut itu. Serangan bom terhadap stasiun kereta api kemarin, selain menewaskan 17 orang, juga melukai 37 lainnya.
“Bom meledak di sebuah bus listrik pada hari Senin, sebagai serangan mematikan kedua di Kota Volgograd, Rusia dalam dua hari ini,” kata pihak otoritas penegakan hukum Rusia, seperti dikutip Reuters.
Bom yang meledak di stasin kereta api kemarin, terjadi di sebuah kota, di mana 40 hari lagi akan menyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin di resor Laut Hitam Sochi.
Sebuah tayangan stasiun televisi negara, menunjukkan puing-puing bus listrik berserakan di sekitar jalan. Penyelidik federal mengatakan ledakan itu diyakini sebagai ulah teroris.
Jauh sebelum dua bom itu meledak, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menerima ancaman teror dari para gerilyawan di Rusia selatan. Ancaman melalui situs itu, pernah muncul pada bulan Juli 2013, di mana para gerilyawan bersumpah untuk menggunakan kekuatan maksimal untuk mencegah penyelenggaraan olimpiade tersebut.
Hingga kini belum ada pihak atau kelompok yang mengaku bertanggung jawa atas dua bom selama dua hari beturut-turut itu. Serangan bom terhadap stasiun kereta api kemarin, selain menewaskan 17 orang, juga melukai 37 lainnya.
(mas)