Mesir rusuh lagi, 3 tewas & 265 teroris ditangkap
Sabtu, 28 Desember 2013 - 09:49 WIB
Mesir rusuh lagi, 3 tewas & 265 teroris ditangkap
A
A
A
Sindonews.com – Situasi di Mesir kembali memanas setelah pemerintah setempat menetapkan kelompok Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris. Demonstrasi yang berujung pada kerusuhan kembali pecah kemarin, di mana tiga orang tewas dan 265 lainnya ditangkap.
Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan, 265 demonstran yang ditangkap adalah massa pro-Ikhwanul Muslimin pendukung presiden terguling, Mohamed Morsi. ”Tindakan hukum sedang berlangsung terhadap unsur-unsur dari Ikhwanul Muslimin yang merupakan organisasi teroris,” kata Kementerian itu, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Sabtu (28/12/2013).
Kementerian itu melanjutkan, salah seorang korban tewas adalah seorang pria yang terlibat bentrok di sekitar Universitas al-Azhar. Bentrokan, terjadi antara warga sipil dengan mahasiswa yang pro-Ikhwanul Muslimin.
Situasi Mesir bergejolak lagi, setelah kantor polisi di Mousura dibom dengan korban tewas belasan orang. Di susul kemudian, pemboman yang menyasar sebuah bus tak berpenumpang yang melukai lima orang, kemarin.
Meski organisasi telah ditetapkan sebagai kelompok teroris, massa Ikhwanul Muslimin tidak gentar. Mereka tetap melanjutkan demonstrasi.
Hany Abdel Latif, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mesir menuduh demonstran pro-Ikhwanul Muslimin menggunakan senjata api dan bom bensin.”Mereka meningkatkan aksi kekerasan,” katanya.
Krisis politik di Mesir pecah sejak Morsi digulingkan militer 3 Juli 2013. Sejak itu, demonstrasi nyaris terjadi saban hari. Setidaknya sudah sekitar 1.000 orang tewas dan ribuan lainnya dipenjara, sejak krisis politik muncul.
Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan, 265 demonstran yang ditangkap adalah massa pro-Ikhwanul Muslimin pendukung presiden terguling, Mohamed Morsi. ”Tindakan hukum sedang berlangsung terhadap unsur-unsur dari Ikhwanul Muslimin yang merupakan organisasi teroris,” kata Kementerian itu, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Sabtu (28/12/2013).
Kementerian itu melanjutkan, salah seorang korban tewas adalah seorang pria yang terlibat bentrok di sekitar Universitas al-Azhar. Bentrokan, terjadi antara warga sipil dengan mahasiswa yang pro-Ikhwanul Muslimin.
Situasi Mesir bergejolak lagi, setelah kantor polisi di Mousura dibom dengan korban tewas belasan orang. Di susul kemudian, pemboman yang menyasar sebuah bus tak berpenumpang yang melukai lima orang, kemarin.
Meski organisasi telah ditetapkan sebagai kelompok teroris, massa Ikhwanul Muslimin tidak gentar. Mereka tetap melanjutkan demonstrasi.
Hany Abdel Latif, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mesir menuduh demonstran pro-Ikhwanul Muslimin menggunakan senjata api dan bom bensin.”Mereka meningkatkan aksi kekerasan,” katanya.
Krisis politik di Mesir pecah sejak Morsi digulingkan militer 3 Juli 2013. Sejak itu, demonstrasi nyaris terjadi saban hari. Setidaknya sudah sekitar 1.000 orang tewas dan ribuan lainnya dipenjara, sejak krisis politik muncul.
(mas)