Korban tewas ledakan di sekolah Homs menjadi 20 jiwa
Senin, 23 Desember 2013 - 18:06 WIB
Korban tewas ledakan di sekolah Homs menjadi 20 jiwa
A
A
A
Sindonews.com – Jumlah korban tewas akibat ledakan yang terjadi pada Minggu (22/12/2013), di dekat sebuah Sekolah Dasar di Provinsi Homs, Suriah, menjadi 20 jiwa. Demikian dilaporkan kantor berita SANA, Senin (23/12/2013).
Ledakan itu dipicu oleh serangan yang dilakukan oleh seorang pelaku bom bunuh diri. Ia meledakkan truk yang sarat bahan peledak di kompleks bangunan yang berisi sejumlah sekolah, di daerah Um al-Amed, di pedesaan timur Homs.
Seperti dilaporan SANA, sebagian besar korban tewas adalah siswa dan guru. “Ledakan itu juga meninggalkan sebuah kawah besar dan menghancurkan banyak rumah di sekitarnya,” lanjut laporan itu.
Selama ini, sejumlah sekolah di Suriah telah menjadi korban serangan mortir dan bom, imbas dari pertempuran yang berlangsung antara tentara Pemerintah Suriah dengan pemberontak. Akibatnya, banyak siswa yang kehilangan nyawa mereka.
Insiden terakhir terjadi pada November silam, ketika lima anak sekolah tewas oleh mortir yang menghantam sebuah bus mini di ibu kota Damaskus. Dampak dari ancaman ini, banyak warga Suriah yang melarang anak mereka pergi ke sekolah.
Ledakan itu dipicu oleh serangan yang dilakukan oleh seorang pelaku bom bunuh diri. Ia meledakkan truk yang sarat bahan peledak di kompleks bangunan yang berisi sejumlah sekolah, di daerah Um al-Amed, di pedesaan timur Homs.
Seperti dilaporan SANA, sebagian besar korban tewas adalah siswa dan guru. “Ledakan itu juga meninggalkan sebuah kawah besar dan menghancurkan banyak rumah di sekitarnya,” lanjut laporan itu.
Selama ini, sejumlah sekolah di Suriah telah menjadi korban serangan mortir dan bom, imbas dari pertempuran yang berlangsung antara tentara Pemerintah Suriah dengan pemberontak. Akibatnya, banyak siswa yang kehilangan nyawa mereka.
Insiden terakhir terjadi pada November silam, ketika lima anak sekolah tewas oleh mortir yang menghantam sebuah bus mini di ibu kota Damaskus. Dampak dari ancaman ini, banyak warga Suriah yang melarang anak mereka pergi ke sekolah.
(esn)