Polisi Bangladesh tangkap 37 warga China & Taiwan
Senin, 23 Desember 2013 - 16:14 WIB
Polisi Bangladesh tangkap 37 warga China & Taiwan
A
A
A
Sindonews.com – Pasukan keamanan Bangladesh telah menangkap 37 warga negara China dan Taiwan dengan tuduhan menjalankan operator telepon internet ilegal, Senin (23/12/2013).
“Petugas dari Batalyon Gerak Cepat (RAB) menggerebek blok apartemen di Dhaka pada Minggu (22/12/2013) malam dan menangkap sejumlah orang asing atas tuduhan memberi layanan Voice over Internet Protocol (VoIP), yang menawarkan panggilan internasional murah,” kata Juru Bicara RAB, Habibur Rahman.
"Mereka menyewa gedung untuk menjalankan bisnis VoIP ilegal. Orang-orang asing itu, termasuk tujuh perempuan, 32 dari mereka adalah warga Taiwan dan sisanya warga China. Mereka akan diserahkan ke kantor polisi hari ini," lanjut Rahman pada AFP.
"Kami sudah memeriksa surat-surat mereka. Mereka tidak memiliki izin kerja untuk beroperasi di Bangladesh," tambahnya. Warga negara asing yang ditangkap itu sebagian besar berusia sekitar 20 hingga 30 tahun itu.
Bisnis VoIP telah booming di negara ini akibat lebih dari 10 juta orang Bangladesh yang tinggal dan bekerja di luar negeri. Perusahaan telepon di Bangladesh yang menawarkan panggilan internasional, termasuk melalui layanan VoIP, harus mendapatkan izin dari regulator telekomunikasi negara.
“Petugas dari Batalyon Gerak Cepat (RAB) menggerebek blok apartemen di Dhaka pada Minggu (22/12/2013) malam dan menangkap sejumlah orang asing atas tuduhan memberi layanan Voice over Internet Protocol (VoIP), yang menawarkan panggilan internasional murah,” kata Juru Bicara RAB, Habibur Rahman.
"Mereka menyewa gedung untuk menjalankan bisnis VoIP ilegal. Orang-orang asing itu, termasuk tujuh perempuan, 32 dari mereka adalah warga Taiwan dan sisanya warga China. Mereka akan diserahkan ke kantor polisi hari ini," lanjut Rahman pada AFP.
"Kami sudah memeriksa surat-surat mereka. Mereka tidak memiliki izin kerja untuk beroperasi di Bangladesh," tambahnya. Warga negara asing yang ditangkap itu sebagian besar berusia sekitar 20 hingga 30 tahun itu.
Bisnis VoIP telah booming di negara ini akibat lebih dari 10 juta orang Bangladesh yang tinggal dan bekerja di luar negeri. Perusahaan telepon di Bangladesh yang menawarkan panggilan internasional, termasuk melalui layanan VoIP, harus mendapatkan izin dari regulator telekomunikasi negara.
(esn)