Hizbullah akan hukum Israel atas pembunuhan Al-Lakiss
Sabtu, 21 Desember 2013 - 10:00 WIB
Hizbullah akan hukum Israel atas pembunuhan Al-Lakiss
A
A
A
Sindonews.com – Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, pada Jumat (20/12/2013), memperingatkan, bahwa gerakan Syiah Libanon itu akan "menghukum" Israel atas pembunuhan seorang pemimpin puncak Hizbullah pada awal bulan ini.
"Para pembunuh akan dihukum, cepat atau lambat. Mereka yang membunuh saudara-saudara kita, tidak akan mendapatkan rasa aman di mana saja di dunia," kata Nasrallah, seperti dikutip dari Wafa.
Bulan lalu, Israel dituding berada dibalik pembunuhan seorang pemimpin tinggi Hizbullah, Hassan al-Lakiss. Namun, Isreal membantah tuduhan itu. Al-Lakiss dibunuh saat berada di tempat parkir gedung apartemennya, di pinggiran selatan Beirut, 4 November lalu.
"Orang-orang Israel berpikir, bahwa Hizbullah sedang sibuk (dengan perang Suriah) dan dengan situasi di Libanon. Saya katakan kepada mereka, "Kau membuat kesalahan”," katanya. Pernyataan Nasrallah ini merujuk pada keterlibatan Hizbullah dalam perang saudara di negara tetangga Libanon, Suriah.
Terakhir kali seorang pemimpin tinggi Hizbullah dibunuh adalah pada 2008, ketika Imad Mughniyeh tewas dalam ledakan bom mobil di Damaskus. Pembunuhan Mughniyeh itu juga disalahkan pada Israel.
"Para pembunuh akan dihukum, cepat atau lambat. Mereka yang membunuh saudara-saudara kita, tidak akan mendapatkan rasa aman di mana saja di dunia," kata Nasrallah, seperti dikutip dari Wafa.
Bulan lalu, Israel dituding berada dibalik pembunuhan seorang pemimpin tinggi Hizbullah, Hassan al-Lakiss. Namun, Isreal membantah tuduhan itu. Al-Lakiss dibunuh saat berada di tempat parkir gedung apartemennya, di pinggiran selatan Beirut, 4 November lalu.
"Orang-orang Israel berpikir, bahwa Hizbullah sedang sibuk (dengan perang Suriah) dan dengan situasi di Libanon. Saya katakan kepada mereka, "Kau membuat kesalahan”," katanya. Pernyataan Nasrallah ini merujuk pada keterlibatan Hizbullah dalam perang saudara di negara tetangga Libanon, Suriah.
Terakhir kali seorang pemimpin tinggi Hizbullah dibunuh adalah pada 2008, ketika Imad Mughniyeh tewas dalam ledakan bom mobil di Damaskus. Pembunuhan Mughniyeh itu juga disalahkan pada Israel.
(esn)