Setelah 60 tahun, Korsel kembalikan jenazah 400 tentara China
Jum'at, 20 Desember 2013 - 07:00 WIB
Setelah 60 tahun, Korsel kembalikan jenazah 400 tentara China
A
A
A
Sindonews.com – Korea Selatan (Korsel) akan memulangkan jenazah lebih dari 400 tentara China yang tewas selama Perang Korea, sekitar 60 tahun yang lalu. Demikian dinyatakan para pejabat militer Korsel, Kamis (19/12/2013).
Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan, pihaknya akan mengirim kembali sisa-sisa dari 425 tentara China yang telah dimakamkan di pemakaman militer Paju, tepat di sebelah selatan perbatasan Korsel dengan Korea Utara.
"Pekerjaan dimulai hari ini untuk menggali sisa-sisa jenazah, di bawah kesepakatan yang dicapai antara kedua negara pada awal Desember," kata seorang Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korsel pada AFP.
"Bersama dengan sisa-sisa jenazah tentara China, peninggalan mereka yang telah digali dan disimpan oleh pelayanan kami juga akan dikembalikan," lanjutnya. Menurutnya, penggalian makan akan memakan waktu beberapa bulan.
“Korsel akan mengambil alih semua persiapan. Seperti mencuci sisa-sisa jenazah dan menempatkan mereka dalam peti mati,” jelasnya. Kementerian Pertahanan Korsel menggambarkan perjanjian ini sebagai "tonggak sejarah baru" bagi hubungan antara bekas musuh di Perang Dingin.
Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan, pihaknya akan mengirim kembali sisa-sisa dari 425 tentara China yang telah dimakamkan di pemakaman militer Paju, tepat di sebelah selatan perbatasan Korsel dengan Korea Utara.
"Pekerjaan dimulai hari ini untuk menggali sisa-sisa jenazah, di bawah kesepakatan yang dicapai antara kedua negara pada awal Desember," kata seorang Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korsel pada AFP.
"Bersama dengan sisa-sisa jenazah tentara China, peninggalan mereka yang telah digali dan disimpan oleh pelayanan kami juga akan dikembalikan," lanjutnya. Menurutnya, penggalian makan akan memakan waktu beberapa bulan.
“Korsel akan mengambil alih semua persiapan. Seperti mencuci sisa-sisa jenazah dan menempatkan mereka dalam peti mati,” jelasnya. Kementerian Pertahanan Korsel menggambarkan perjanjian ini sebagai "tonggak sejarah baru" bagi hubungan antara bekas musuh di Perang Dingin.
(esn)