China & Taiwan saling tolak bebaskan tahanan mata-mata
Senin, 16 Desember 2013 - 14:28 WIB
China & Taiwan saling tolak bebaskan tahanan mata-mata
A
A
A
Sindonews.com – Pertukaran tahanan mata-mata China dan Taiwan gagal. Sebab, kedua pihak saling menolak permintaan pembebasan tahanan mata-mata dari masing-masing kubu.
Pemerintah Taiwan menolak membebaskan Lo Hsien-che mantan jenderal Taiwan yang dipenjara atas tuduhan menjadi mata-mata China.”Tuntutan itu ditolak mentah-mentah,” tulis China Times, pada Senin (16/12/2013), yang mengutip sumber keamanan nasional Taiwan. ”Ini akan menyebabkan gelombang gangguan, jika Lo dibebaskan.”
Sebaliknya, China juga menolak permintaan Taiwan agar membebaskan agen intelijen seniornya, Chu Kung - hsun dan Hsu Kuo – chang.Kedua mata-mata Thaiwan itu, diduga diculik di Vietnam dan dibawa ke China pada tahun 2006.
Kementerian pertahanan Taiwan menolak mengomentari laporan media tersebut. Tapi pejabat Biro Keamanan Nasional, Tsai Der – sheng, yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu, mengatakan, bahwa pemerintah telah berusaha untuk membebaskan pasangan mata-mata itu.
China sampai saat ini masih mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. China berupaya melakukan reunifikasi , termasuk dengan kekuatan, jika diperlukan. Taiwan memisahkan diri dari China pada akhir perang saudara tahun 1949.
Kedua negara itu, saling memata-matai, khususnya pada tahun 2012. Di mana, pada tahun itu, pengadilan tinggi Taiwan menolak banding Lo, yang dipenjara seumur hidup dalam kasus spionase. Ia diduga menyerahkan informasi ke China yang berkaitan dengan sebuah proyek yang terkait dengan intelijen Amerika Serikat.
Pemerintah Taiwan menolak membebaskan Lo Hsien-che mantan jenderal Taiwan yang dipenjara atas tuduhan menjadi mata-mata China.”Tuntutan itu ditolak mentah-mentah,” tulis China Times, pada Senin (16/12/2013), yang mengutip sumber keamanan nasional Taiwan. ”Ini akan menyebabkan gelombang gangguan, jika Lo dibebaskan.”
Sebaliknya, China juga menolak permintaan Taiwan agar membebaskan agen intelijen seniornya, Chu Kung - hsun dan Hsu Kuo – chang.Kedua mata-mata Thaiwan itu, diduga diculik di Vietnam dan dibawa ke China pada tahun 2006.
Kementerian pertahanan Taiwan menolak mengomentari laporan media tersebut. Tapi pejabat Biro Keamanan Nasional, Tsai Der – sheng, yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu, mengatakan, bahwa pemerintah telah berusaha untuk membebaskan pasangan mata-mata itu.
China sampai saat ini masih mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. China berupaya melakukan reunifikasi , termasuk dengan kekuatan, jika diperlukan. Taiwan memisahkan diri dari China pada akhir perang saudara tahun 1949.
Kedua negara itu, saling memata-matai, khususnya pada tahun 2012. Di mana, pada tahun itu, pengadilan tinggi Taiwan menolak banding Lo, yang dipenjara seumur hidup dalam kasus spionase. Ia diduga menyerahkan informasi ke China yang berkaitan dengan sebuah proyek yang terkait dengan intelijen Amerika Serikat.
(mas)