Sebelum pensiun 2014, SBY ingin rujuk dengan Australia
Senin, 16 Desember 2013 - 13:39 WIB
Sebelum pensiun 2014, SBY ingin rujuk dengan Australia
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bertekad untuk memperbaiki hubungan Indonesia dan Australia sebelum masa jabatannya habis 2014. Hubunagan kedua negara ini retak, setelah skandal penyadapan ponsel Yudhoyono oleh intelijen Australia tahun 2009, terbongkar.
Yudhoyono sendiri menuntut penjelasan dan permintaan maaf secara resmi dari Perdana Menteri Australia, Tony Abbbott. Pemerintah Indonesia sendiri telah menangguhkan berbagai kerjasama dengan Australia sejak hubungan kedua pihak retak. Namun, sampai saat ini Abbott diketahui belum menyampaikan permintaan maaf seperti yang dituntut Yudhoyono.
Selain ponsel Yudhoyono, intelijen Australia juga menyadap ponsel istri Yudhoyono, Herawati Krtistiani. Media Austrlia, The Weekend Australian, Sabtu pekan lalu, mengungkap alasan Sinyal Direktorat Australia, menargetkan penyadapan terhadap istri Presiden Yudhoyono, yang biasa disapa Ani Yudhoyono itu.
Salah satunya, Ani Yudhoyono dianggap sebagai tokoh kunci politik dinasti Yudhoyono. Dia juga disebut-sebut menyiapkan anaknya untuk menjadi Presiden Indonesia mendatang.
”Wanita pertama di Indonesia (Ani Yudhoyono) telah memperluas pengaruhnya di istana dan muncul sebagai penasehat presiden yang tak terbantahkan,” bunyi dokumen rahasia yang ditulis oleh Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta pada akhir tahun 2007, yang dirilis The Australian.
Media Australia itu, pada Senin (16/12/2013), mengutip pengakuan Yudhoyono. Presiden mengaku skandal penyadapan oleh intelijen Australia itu membuatnya tersakiti.
Tapi, dia bertekad untuk memperbaiki hubungan kedua negara, sebelum masa jabatannya sebagai presiden Indonesia habis 2014. Secara konstitusi, Yudhoyono sudah tidak mungkin untuk maju dalam pemilihan presiden, karena sudah dua kali menjabat.
Yudhoyono sendiri menuntut penjelasan dan permintaan maaf secara resmi dari Perdana Menteri Australia, Tony Abbbott. Pemerintah Indonesia sendiri telah menangguhkan berbagai kerjasama dengan Australia sejak hubungan kedua pihak retak. Namun, sampai saat ini Abbott diketahui belum menyampaikan permintaan maaf seperti yang dituntut Yudhoyono.
Selain ponsel Yudhoyono, intelijen Australia juga menyadap ponsel istri Yudhoyono, Herawati Krtistiani. Media Austrlia, The Weekend Australian, Sabtu pekan lalu, mengungkap alasan Sinyal Direktorat Australia, menargetkan penyadapan terhadap istri Presiden Yudhoyono, yang biasa disapa Ani Yudhoyono itu.
Salah satunya, Ani Yudhoyono dianggap sebagai tokoh kunci politik dinasti Yudhoyono. Dia juga disebut-sebut menyiapkan anaknya untuk menjadi Presiden Indonesia mendatang.
”Wanita pertama di Indonesia (Ani Yudhoyono) telah memperluas pengaruhnya di istana dan muncul sebagai penasehat presiden yang tak terbantahkan,” bunyi dokumen rahasia yang ditulis oleh Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta pada akhir tahun 2007, yang dirilis The Australian.
Media Australia itu, pada Senin (16/12/2013), mengutip pengakuan Yudhoyono. Presiden mengaku skandal penyadapan oleh intelijen Australia itu membuatnya tersakiti.
Tapi, dia bertekad untuk memperbaiki hubungan kedua negara, sebelum masa jabatannya sebagai presiden Indonesia habis 2014. Secara konstitusi, Yudhoyono sudah tidak mungkin untuk maju dalam pemilihan presiden, karena sudah dua kali menjabat.
(mas)