Moskow: Sanksi baru AS bahayakan pembicaraan nuklir Iran
Jum'at, 13 Desember 2013 - 23:30 WIB
Moskow: Sanksi baru AS bahayakan pembicaraan nuklir Iran
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia menyatakan pada Jumat (13/12/2013), bahwa Moskow tidak dapat menerima keputusan Amerika Serikat (AS) yang menerapkan sanksi baru terhadap sekelompok individu dan bisnis Iran. Menurut Rusia, tindakan itu akan membahayakan pembicaraan nuklir Iran.
“Ini akan membahayakan seluruh proses untuk menipiskan perbedaan antara Iran dan komunitas internasional, termasuk kerjasama yang lebih intensif antara Tehran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA),” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, kepada surat kabar Rossiiskaya Gazeta.
“Keberhasilan perundingan atas masalah nuklir Iran dicapai pada November antara mediator internasional dan Teheran, dan ini tidak dapat diubah,” kata Ryabkov.
Pada 24 November, Iran dan kelompok P5 +1 , yang terdiri dari AS, Inggris, Perancis, Rusia, China, ditambah Jerman, telah mencapai kesepakatan. Dalam kesepakatan itu, Teheran setuju untuk membekukan sebagian bagian dari program nuklirnya dengan imbalan kemudahan terbatas sanksi.
Imbas dari tindakan ini, negosiator nuklir Iran telah menghentikan pembicaraan nuklir yang berlangsung di Wina, dan memilih kembali ke Teheran guna berkonsultasi. ”Para juru runding Iran menghentikan pembicaraan dengan P5 +1 untuk konsultasi di Teheran,” tulis kantor berita Iran, IRNA, mengutip pernyataan seorang negosiator Iran.
“Ini akan membahayakan seluruh proses untuk menipiskan perbedaan antara Iran dan komunitas internasional, termasuk kerjasama yang lebih intensif antara Tehran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA),” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, kepada surat kabar Rossiiskaya Gazeta.
“Keberhasilan perundingan atas masalah nuklir Iran dicapai pada November antara mediator internasional dan Teheran, dan ini tidak dapat diubah,” kata Ryabkov.
Pada 24 November, Iran dan kelompok P5 +1 , yang terdiri dari AS, Inggris, Perancis, Rusia, China, ditambah Jerman, telah mencapai kesepakatan. Dalam kesepakatan itu, Teheran setuju untuk membekukan sebagian bagian dari program nuklirnya dengan imbalan kemudahan terbatas sanksi.
Imbas dari tindakan ini, negosiator nuklir Iran telah menghentikan pembicaraan nuklir yang berlangsung di Wina, dan memilih kembali ke Teheran guna berkonsultasi. ”Para juru runding Iran menghentikan pembicaraan dengan P5 +1 untuk konsultasi di Teheran,” tulis kantor berita Iran, IRNA, mengutip pernyataan seorang negosiator Iran.
(esn)