Australia kembali lontarkan kekhawatiran soal ADIZ China
Minggu, 08 Desember 2013 - 04:31 WIB
Australia kembali lontarkan kekhawatiran soal ADIZ China
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, kembali melontarkan kekhawatiran soal zona Pertahanan Udara China (ADIZ), Sabtu (7/12/2013).
"Australia prihatin dengan perdamaian dan stabilitas di wilayah kami. Dan, kami tidak ingin melihat eskalasi ketegangan, kita ingin melihat de-eskalasi," kata Bishop kepada wartawan di Beijing.
Pernyataan itu dilontarkan Bishop, setelah Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Jumat (6/12/2013), mengecam sikap kritis Australia pada ADIZ China. ADIZ yang diumumkan China pada bulan lalu ini mencakup pulau-pulau di Laut China Timur yang diklaim oleh Beijing dan Tokyo.
Wang Yi menuduh Australia "membahayakan hubungan bilateral saling percaya”. “Seluruh masyarakat China dan masyarakat umum sangat tidak puas dengan komentar Australia,” kata Wang Yi.
Namun, Bishop menolak anggapan bahwa sengketa ADIZ telah merusak hubungan. “Negosiasi pada isu-isu termasuk kesepakatan perdagangan bebas antara kedua negara telah produktif," ujarnya. Dia menambahkan, bahwa dia telah mengangkat isu-isu hak asasi manusia saat bertemu dengan Wang Yi.
"Australia prihatin dengan perdamaian dan stabilitas di wilayah kami. Dan, kami tidak ingin melihat eskalasi ketegangan, kita ingin melihat de-eskalasi," kata Bishop kepada wartawan di Beijing.
Pernyataan itu dilontarkan Bishop, setelah Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Jumat (6/12/2013), mengecam sikap kritis Australia pada ADIZ China. ADIZ yang diumumkan China pada bulan lalu ini mencakup pulau-pulau di Laut China Timur yang diklaim oleh Beijing dan Tokyo.
Wang Yi menuduh Australia "membahayakan hubungan bilateral saling percaya”. “Seluruh masyarakat China dan masyarakat umum sangat tidak puas dengan komentar Australia,” kata Wang Yi.
Namun, Bishop menolak anggapan bahwa sengketa ADIZ telah merusak hubungan. “Negosiasi pada isu-isu termasuk kesepakatan perdagangan bebas antara kedua negara telah produktif," ujarnya. Dia menambahkan, bahwa dia telah mengangkat isu-isu hak asasi manusia saat bertemu dengan Wang Yi.
(esn)