Sehari, AS sadap 5 miliar ponsel orang di dunia

Kamis, 05 Desember 2013 - 10:35 WIB
Sehari, AS sadap 5 miliar...
Sehari, AS sadap 5 miliar ponsel orang di dunia
A A A
Sindonews.com - National Security Agency (NSA) atau Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat, menyadap komunikasi sekitar 5 miliar ponsel orang dari seluruh dunia. Demikian bocoran terbaru dokumen rahasia NSA oleh whistleblower NSA, Edward Joseph Snowden, 30.

Dalam dokumen itu terungkap, NSA dengan cara canggih mampu melacak lokasi informasi dari orang ke orang. Bocoran terbaru dari Snowden itu, diterbitkan kemarin waktu AS atau semalam WIB oleh media AS, Washington Post. Tak hanya dari Snowden, data itu juga dibenarkan pejabat intelijen AS lainnya.

Dalam misi itu, intelijen AS menggunakan ratusan juta perangkat, yang mampu melacak setiap orang hanya melalui ponsel. Bahkan aktivitas yang masuk ranah privasi juga disadap NSA.

Menurut media AS itu, NSA menerapkan teknik matematika canggih untuk memetakan hubungan pemilik ponsel. Alat-alat mereka dikenal secara kolektif sebagai Co –Traveler, yang memungkinkan NSA untuk mencari target intelijen.

Para pejabat AS membela sepak terjang NSA itu. Robert Litt , penasihat umum untuk Kantor Direktur Intelijen Nasional, mengatakan; "Tidak ada unsur kesengajaan, bahwa komunitas intelijen mengumpulkan informasi lokasi ponsel secara massal”.

Pejabat lain mengklaim penyadapan hanya ditujukan kepada orang asing. ”Seperti kegiatan penyadappan lainnya, NSA menyatakan bahwa program pelacakan lokasi ponsel ditujukan pada orang asing, dan orang Amerika. Informasi yang disadap hanya kebetulan,” kata Elizabeth Goitein, co-direktur Brennan Center Liberty dan Program Keamanan Nasional AS.

Dua bulan lalU , direktur NSA, Jenderal Keith Alexander, mengakuI program rahasia itu untuk memantau lokasi secara tepat, dari setiap warga AS melalui ponsel mereka. Meski pelacakan itu dianggap menganggu, kata Alexander, program itu merupakan kebutuhan bagi masa depan negara.

Banyaknya ponsel orang yang disadap dalam sehari itu, mengagetkan kelompok HAM Internasional. Zeke Johnson, direktur Program Keamanan dan Hak Asasi Manusia International AS, mengatakan pengungkapan terbaru dari Snowden itu membutuhkan respon cepat dari Kongres untuk mengambil tindakan.

”Berita hari ini adalah pukulan mengejutkan terbaru untuk hak privasi,” katanya. "Kongres harus bangun dari pasca- liburannya, dan mulai bekerja meloloskan undang-undang guna mereformasi program (surveilans)."
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
12 menit yang lalu
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
1 jam yang lalu
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
2 jam yang lalu
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
2 jam yang lalu
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
4 jam yang lalu
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved