Pesawat Taiwan 30 kali terobos zona udara yang ditetapkan China
Senin, 02 Desember 2013 - 23:30 WIB
Pesawat Taiwan 30 kali terobos zona udara yang ditetapkan China
A
A
A
Sindonews.com – Taiwan menyatakan pada Senin (2/12), bahwa pesawat militer mereka telah membuat sekitar 30 penerbangan di zona udara yang baru saja diklaim China sebagai zona pertahanan udara mereka.
Menteri Pertahanan Taiwan, Yen Ming, saat menjawab pertanyaan di Parlemen, mengatakan, pesawat militer Taiwan telah membuat sekitar 30 penerbangan ke zona udara “tumpang tindih” dalam satu pekan terakhir ini.
Menurut Ming, Angkatan Udara Taiwan akan berebut dengan pesawat China untuk memasuki zona udara yang disengketakan. Tapi, hingga kini hal itu belum terjadi.
“Kami akan menahan diri dari melakukan latihan pemboman di daerah tersebut, untuk menghindari memicu ketegangan,” jelas Ming, seperti dikutip dari AFP.
Sebelumnya, Taiwan juga sudah menyampaikan protes atas zona pertahanan udara baru yang ditetapkan China. Selain Taiwan, Jepang dan Korea Selatan (Korsel) juga melayangkan protes serupa.
Sama seperti Taiwan, Jepang dan Korsel juga telah mengirim pesawat mereka untuk terbang di zona udara yang diklaim China tanpa memberitahukan terlebih dahulu rencana penerbangan itu pada Beijing. Sikap serupa juga dilakukan Amerika Serikat, yang mengirim dua bomber B-52.
Menteri Pertahanan Taiwan, Yen Ming, saat menjawab pertanyaan di Parlemen, mengatakan, pesawat militer Taiwan telah membuat sekitar 30 penerbangan ke zona udara “tumpang tindih” dalam satu pekan terakhir ini.
Menurut Ming, Angkatan Udara Taiwan akan berebut dengan pesawat China untuk memasuki zona udara yang disengketakan. Tapi, hingga kini hal itu belum terjadi.
“Kami akan menahan diri dari melakukan latihan pemboman di daerah tersebut, untuk menghindari memicu ketegangan,” jelas Ming, seperti dikutip dari AFP.
Sebelumnya, Taiwan juga sudah menyampaikan protes atas zona pertahanan udara baru yang ditetapkan China. Selain Taiwan, Jepang dan Korea Selatan (Korsel) juga melayangkan protes serupa.
Sama seperti Taiwan, Jepang dan Korsel juga telah mengirim pesawat mereka untuk terbang di zona udara yang diklaim China tanpa memberitahukan terlebih dahulu rencana penerbangan itu pada Beijing. Sikap serupa juga dilakukan Amerika Serikat, yang mengirim dua bomber B-52.
(esn)