Tentara Israel membidik mata para wartawan
Senin, 02 Desember 2013 - 13:09 WIB
Tentara Israel membidik mata para wartawan
A
A
A
Sindonews.com - The Foreign Press Association (FPA) atau asosiasi wartawan asing, mengecam tindakan tentara Israel yang sengaja menargetkan wartawan saat meliput bentrok di Qalandia, persimpangan Yerusalem dan Ramallah.
Insiden yang terjadi Jumat pekan lalu itu, menurut FPA tentara Israel sengaja menembakkan peluru karet ke arah mata dan melemparkan granat kejut kepada para jurnalis foto. Padahal, mereka sudah menunjukkan identitasnya sebagai pekerja pers.
Dalam sebuah pernyataan, kelompok FPA yang berbasis di Tel Aviv, mengatakan, bahwa pasukan Israel langsung menargetkan sekelompok fotografer yang mencakup pertempuran di Qalandia persimpangan antara Yerusalem dan Ramallah .
”Pada Jumat sore, pasukan Israel melemparkan granat setrum kepada jurnalis foto saat mereka meninggalkan Qalandia. Para anggota FPA telah mengangkat tangan mereka di udara, namun granat dilemparkan dari jarak dekat langsung ke punggung mereka,” bunyi pernyataan FPA, yang dilansir AFP, Senin (2/12/2013).
Menurut FPA, sebelum insiden itu, seorang fotografer freelance Italia meliput kejadian yang sama, nyaris ditembak di wajah oleh peluru karet. ”Untungnya fotografer mengambil gambar pada waktu yang tepat, dan peluru karet menghancurkan kamera, bukan kepalanya. Semua fotografer yang bersangkutan mengenakan jaket dan helm disertai identitas yang jelas,” lanjut pernyataan FPA.
Kepala fotografer AFP Marco Longari mengatakan fotografer telah berdiri di dekat penampungan sekitar 20 meter dari para pemuda Palestina yang melemparkan batu ke arah pasukan Israel. Namun, pasukan Israel tiba-tiba menembakkan peluru karet tanpa terlebih dahulu menembakkan gas air mata sebagai peringatan awal.
”Biasanya mereka menembak di kaki, tapi kali ini di area mata,” kata Longari, sembari menunjukkan kamera fotografer yang hancur ditembus peluru karet pasukan Israel. ”Peluru itu menghantam bagian atas casing kamera, jika ia (jurnalis) tidak mengambil gambar, ia akan terbunuh.”
”Kami menunjukkan kamera ke komandan pasukan Israel dan dia tertawa, lalu berkata itu adalah sebuah kesalahan, tapi Anda harusnya tidak melakukan kesalahan dengan menembak di area mata,” kecam Longari.
Insiden yang terjadi Jumat pekan lalu itu, menurut FPA tentara Israel sengaja menembakkan peluru karet ke arah mata dan melemparkan granat kejut kepada para jurnalis foto. Padahal, mereka sudah menunjukkan identitasnya sebagai pekerja pers.
Dalam sebuah pernyataan, kelompok FPA yang berbasis di Tel Aviv, mengatakan, bahwa pasukan Israel langsung menargetkan sekelompok fotografer yang mencakup pertempuran di Qalandia persimpangan antara Yerusalem dan Ramallah .
”Pada Jumat sore, pasukan Israel melemparkan granat setrum kepada jurnalis foto saat mereka meninggalkan Qalandia. Para anggota FPA telah mengangkat tangan mereka di udara, namun granat dilemparkan dari jarak dekat langsung ke punggung mereka,” bunyi pernyataan FPA, yang dilansir AFP, Senin (2/12/2013).
Menurut FPA, sebelum insiden itu, seorang fotografer freelance Italia meliput kejadian yang sama, nyaris ditembak di wajah oleh peluru karet. ”Untungnya fotografer mengambil gambar pada waktu yang tepat, dan peluru karet menghancurkan kamera, bukan kepalanya. Semua fotografer yang bersangkutan mengenakan jaket dan helm disertai identitas yang jelas,” lanjut pernyataan FPA.
Kepala fotografer AFP Marco Longari mengatakan fotografer telah berdiri di dekat penampungan sekitar 20 meter dari para pemuda Palestina yang melemparkan batu ke arah pasukan Israel. Namun, pasukan Israel tiba-tiba menembakkan peluru karet tanpa terlebih dahulu menembakkan gas air mata sebagai peringatan awal.
”Biasanya mereka menembak di kaki, tapi kali ini di area mata,” kata Longari, sembari menunjukkan kamera fotografer yang hancur ditembus peluru karet pasukan Israel. ”Peluru itu menghantam bagian atas casing kamera, jika ia (jurnalis) tidak mengambil gambar, ia akan terbunuh.”
”Kami menunjukkan kamera ke komandan pasukan Israel dan dia tertawa, lalu berkata itu adalah sebuah kesalahan, tapi Anda harusnya tidak melakukan kesalahan dengan menembak di area mata,” kecam Longari.
(mas)