Sadapan Australia dibagi kepada jaringan 5 Mata dunia
Senin, 02 Desember 2013 - 10:22 WIB
Sadapan Australia dibagi kepada jaringan 5 Mata dunia
A
A
A
Sindonews.com – Intelijen Australia berbagai hasil penyadapan dengan jaringan intelijen “Five Eyes” dunia. Kelompok intelijen lima mata dunia itu, bertemu di Inggris tahun 2008 untuk berbagi materi penyadapan dari negara lain.
Demikian bocoran dokumen terbaru dari whistleblower National Security Agency (NSA) Amerika Serikat, Edward Joseph Snowden, 30. Bocoran dokumen itu, dilansir Guardian, Senin (2/12/2013). Kelompok intelijen lima mata dunia itu, adalah intelijen Australia, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Selandia Baru.
Belum ada keterangan, apakah data yang dibagi intelijen Australia itu termasuk hasil penyadapan yang dilakukan terhadap para pejabat Indonesia atau tidak. Dalam dokumen rahasia itu terungkap, Direktorat Sinyal Pertahanan (DSD) Australia, berbagi hasil penyadapan informasi medis, hukum, agama dan lain-lain dengan jaringan intelijen yang tergabung dalam “Five Eyes”.
”DSD dapat berbagi materi massal, tidak dipilih-pilih, semua metadata dibagikan,” bunyi bocoran dokumen Snowden itu. ”Hasil penyadapan yang tidak disengaja, tidak dipandang sebagai masalah yang signifikan.”
Dalam pertemuan jaringan intelijen “Five Eyes” itu, Snowden juga membocorkan percakapan di dalamnya. Salah satunya, DSD dan mitra-mitranya meminta surat perintah dari pejabat tinggi untuk melanjutkan penyadapan itu.
Demikian bocoran dokumen terbaru dari whistleblower National Security Agency (NSA) Amerika Serikat, Edward Joseph Snowden, 30. Bocoran dokumen itu, dilansir Guardian, Senin (2/12/2013). Kelompok intelijen lima mata dunia itu, adalah intelijen Australia, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Selandia Baru.
Belum ada keterangan, apakah data yang dibagi intelijen Australia itu termasuk hasil penyadapan yang dilakukan terhadap para pejabat Indonesia atau tidak. Dalam dokumen rahasia itu terungkap, Direktorat Sinyal Pertahanan (DSD) Australia, berbagi hasil penyadapan informasi medis, hukum, agama dan lain-lain dengan jaringan intelijen yang tergabung dalam “Five Eyes”.
”DSD dapat berbagi materi massal, tidak dipilih-pilih, semua metadata dibagikan,” bunyi bocoran dokumen Snowden itu. ”Hasil penyadapan yang tidak disengaja, tidak dipandang sebagai masalah yang signifikan.”
Dalam pertemuan jaringan intelijen “Five Eyes” itu, Snowden juga membocorkan percakapan di dalamnya. Salah satunya, DSD dan mitra-mitranya meminta surat perintah dari pejabat tinggi untuk melanjutkan penyadapan itu.
(mas)