Mufti Saudi: Larangan wanita nyetir, lindungi publik dari kejahatan

Jum'at, 29 November 2013 - 12:52 WIB
Mufti Saudi: Larangan...
Mufti Saudi: Larangan wanita nyetir, lindungi publik dari kejahatan
A A A
Sindonews.com – Mufti Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz al - Sheikh mendesak warga Saudi untuk tidak memperdebatkan larangan perempuan mengemudikan mobil di jalanan. Dia mengatakan, larangan itu sebagai cara untuk melindungi masyarakat dari kejahatan.

Laman al-Arabiya, pada Jumat (29/11/2013) menyatakan, pernyataan al - Sheikh yang multitafsir itu muncul dalam pidato Rabu lalu, di Universitas Taibah, di Kota Madinah barat. Dia juga memperingatkan mahasiswa yang rawan dimanfaatkan sebagai “media kejahatan”, yang katanya menargetkan negara.

Al-Sheikh mendesak para mahasiswa untuk bersatu dan membela agama dan masyarakat Saudi, yang kini menghadapi “pandangan yang saling bertentangan dan masalah besar”.

Isu larangan perempuan mengemudi di Saudi sejatinya, sudah lama menjadi bahan perdebatan. Namun, beberapa bulan terakhir isu itu mendapat sorotan dari sejumlah media internasional.

Pada bulan Oktober 2013 lalu, sekelompok aktivis perempuan membatalkan kampanye mengemudi sebagai bentuk protes para perempuan atas larangan tersebut. Pembatalan kampanye itu, menyusul adanya ancaman yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Saudi.

Kepala Polisi Syariah Kerajaan Arab Saudi pada September 2013 lalu, mengeluarkan pernyataan yang bernada kritik terhadap aturan itu. ”Syariat Islam tidak memiliki teks yang melarang perempuan untuk mengemudi,” bunyi pernyataan tersebut.

Sebelum muncul pernyataan Mufti Saudi yang multitafsir itu, pernah juga muncul pernyataan dari Saad al-Luhaydan, konsultan hukum dan psikologi pada Psychological Association Teluk. Katanya, wanita dilarang mengemudi karena hal itu dapat mempengaruhi indung telur dan tulang pinggul mereka.

”Mengemudi bisa memiliki dampak fisiologis terbalik. Ilmu fisiologi dan kedokteran fungsional mempelajari sisi ini (dan menemukan) bahwa wanita mengemudi secara otomatis mempengaruhi indung telur dan tulang pinggul. Inilah sebabnya mengapa kita menemukan wanita yang terus mengendarai mobil, anak-anak yang mereka lahirkan mengalami kelainan klinis,” kata al - Luhaydan.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
18 menit yang lalu
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
57 menit yang lalu
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
1 jam yang lalu
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
3 jam yang lalu
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
3 jam yang lalu
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
4 jam yang lalu
Infografis
Pendapatan Arab Saudi...
Pendapatan Arab Saudi dari Pelaksanaan Haji Rp248,2 Triliun Per Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved