PM Thailand lolos dari mosi tidak percaya parlemen
Kamis, 28 November 2013 - 17:26 WIB
PM Thailand lolos dari mosi tidak percaya parlemen
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra lolos dari mosi tidak percaya yang digalang parlemen pada Kamis (28/11/2013). Mosi itu muncul, di tengah gelombang protes yang melanda Bangkok dan sekitarnya selama empat hari ini.
Hingga hari ini, demonstrasi masih terjadi. Massa yang menuntut Yingluck mengundurkan diri, berkumpul di sejumlah kantor pemerintah. Para demonstran mengibarkan bendera Thailand dan meniup peluit disetiap kantor pemerintah yang mereka datangi.
Demonstrasi anti-pemerintah pecah di Thailand, setelah partai berkuasa, yakni Partai Puea Thai mengusung RUU amnesti yang didukung Pemerintah Yinglcuk. Namun, kelompok oposisi curiga, RUU itu sebagai siasat Yinglcuk untuk membebaskan bekas PM Thaksin Shinawatra (kakak Yingluck) dari kasus korupsi tahun 2008. Thaksin kini berada di pengasingan.
Lolosnya Yingluck dari mosi tidak percaya, sejatinya bukan hal yang mengejutkan. Mengingat, kursi parlemen didominasi partai yang mendukung Yingluck. Dalam voting, sebanyak 297 suara di parlemen memihak Yingcluk. Sedangkan 134 suara lainnya menentang Yinglcuk.
Sebelum menghadapi mosi tidak percaya, Yingluck menawarkan dialog dengan para demonstran. Tapi, Suthep Thaugsuban, pemimpin demonstrasi menolak tawaran dialog dari Yinglcuk. ”Tidak ada negosiasi lagi," katanya kepada para demonstran yang bersorak.
Hingga hari ini, demonstrasi masih terjadi. Massa yang menuntut Yingluck mengundurkan diri, berkumpul di sejumlah kantor pemerintah. Para demonstran mengibarkan bendera Thailand dan meniup peluit disetiap kantor pemerintah yang mereka datangi.
Demonstrasi anti-pemerintah pecah di Thailand, setelah partai berkuasa, yakni Partai Puea Thai mengusung RUU amnesti yang didukung Pemerintah Yinglcuk. Namun, kelompok oposisi curiga, RUU itu sebagai siasat Yinglcuk untuk membebaskan bekas PM Thaksin Shinawatra (kakak Yingluck) dari kasus korupsi tahun 2008. Thaksin kini berada di pengasingan.
Lolosnya Yingluck dari mosi tidak percaya, sejatinya bukan hal yang mengejutkan. Mengingat, kursi parlemen didominasi partai yang mendukung Yingluck. Dalam voting, sebanyak 297 suara di parlemen memihak Yingcluk. Sedangkan 134 suara lainnya menentang Yinglcuk.
Sebelum menghadapi mosi tidak percaya, Yingluck menawarkan dialog dengan para demonstran. Tapi, Suthep Thaugsuban, pemimpin demonstrasi menolak tawaran dialog dari Yinglcuk. ”Tidak ada negosiasi lagi," katanya kepada para demonstran yang bersorak.
(mas)