Ditelpon Obama, Raja Saudi: Hapuskan nuklir dari Timur Tengah
Kamis, 28 November 2013 - 15:03 WIB
Ditelpon Obama, Raja Saudi: Hapuskan nuklir dari Timur Tengah
A
A
A
Sindonews.com - Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz menerima panggilan telepon dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama, kemarin atau semalam WIB. Salah satu pembicaraan itu, Saudi menginginkan senjata nuklir dihapuskan dari kawasan Teluk dan Timur Tengah.
Obama menelpon Raja Abdullah, beberapa hari setelah AS dan negara-negara kekuatan dunia lainnya dalam kelompok P5+1 mencapai kesepakatan dengan Iran soal krisis nuklir Teheran. Dalam kesepakatan itu, program nuklir Iran dikekang dengan kompensasi sejumlah sanksi atau embargo ekonomi terhadap Iran dibebaskan.
Mengutip laman al-Arabiya, Kamis (28/11/2013), Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengatakan, kesepakatan itu bisa menjadi langkah awal menuju solusi yang komprehensif untuk program nuklir Iran. ”Jika ada niat baik,” kata pihak kerajaan, mengacu pada keterangan Raja Abdullah.
Pihak kerajaan lebih lanjut meminta solusi atas krisis nuklir Teheran itu membuahkan hasil yang positif. ”Harus mengarah pada penghapusan semua senjata pemusnah massal, khususnya nuklir dari Timur Tengah dan Teluk,” imbuh pihak kerajaan.
Arab Saudi telah lama menyatakan keraguan mereka atas program nuklir Teheran. Mereka khawatir, program nuklir itu untuk menutupi agenda Iran untuk membuat senjata nuklir atau senjata atom.
Sedangkan Pemerintahan Presiden Obama telah berupaya untuk meyakinkan sekutunya, di Timur Tengah bahwa kesepakatan dengan Iran tidak akan mengorbankan hubungan AS dengan mereka.
Obama menelpon Raja Abdullah, beberapa hari setelah AS dan negara-negara kekuatan dunia lainnya dalam kelompok P5+1 mencapai kesepakatan dengan Iran soal krisis nuklir Teheran. Dalam kesepakatan itu, program nuklir Iran dikekang dengan kompensasi sejumlah sanksi atau embargo ekonomi terhadap Iran dibebaskan.
Mengutip laman al-Arabiya, Kamis (28/11/2013), Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengatakan, kesepakatan itu bisa menjadi langkah awal menuju solusi yang komprehensif untuk program nuklir Iran. ”Jika ada niat baik,” kata pihak kerajaan, mengacu pada keterangan Raja Abdullah.
Pihak kerajaan lebih lanjut meminta solusi atas krisis nuklir Teheran itu membuahkan hasil yang positif. ”Harus mengarah pada penghapusan semua senjata pemusnah massal, khususnya nuklir dari Timur Tengah dan Teluk,” imbuh pihak kerajaan.
Arab Saudi telah lama menyatakan keraguan mereka atas program nuklir Teheran. Mereka khawatir, program nuklir itu untuk menutupi agenda Iran untuk membuat senjata nuklir atau senjata atom.
Sedangkan Pemerintahan Presiden Obama telah berupaya untuk meyakinkan sekutunya, di Timur Tengah bahwa kesepakatan dengan Iran tidak akan mengorbankan hubungan AS dengan mereka.
(mas)