Disandera 2456 hari di Iran, bekas agen FBI ini belum bebas
Kamis, 28 November 2013 - 14:03 WIB
Disandera 2456 hari di Iran, bekas agen FBI ini belum bebas
A
A
A
Sindonews.com – Robert Levinson, bekas agen FBI Amerika Serikat, disandera di Iran selama 2456 hari. Dia hingga hari ini (28/11/2013) belum ada kabar pembebasan.
Levinson diklaim sebagai warga AS yang disandera terlama dalam sejarah. Pihak keluarga terakhir kali menerima foto Levinson pada April 2011. Dalam foto itu, Levinson mengenakan pakaian warna oranye, jenggotnya tumbuh lebat warna putih dan ada rantai di badannya.
Sejumlah media AS melaporkan, Levinson menghilang selama perjalanan bisnis ke Pulau Kish Iran pada bulan Maret 2007. Keluarganya, yang menerima foto itu dari sebuah alamat di Pakistan meyakini Levinson masih hidup dan disekap.
Pemerintah AS juga meyakini, bekas agen FBI itu masih berada di suatu tempat di Iran. Sedangkan Pemerintah Iran sendiri mengaku tidak tahu di mana Levinson ditahan .
”Iran telah memiliki kerjasama yang maksimal dengan keluarga Levinson, dan keluarganya telah melakukan perjalanan ke Iran,” kata Alireza Miryousefi, konselor misi Iran untuk PBB kepada NBC News.
”Iran telah bekerja dengan keluarganya untuk mencari tahu di mana keberadaan Levinson. Kami tertarik juga untuk mencari tahu mengapa Mr Levinson berada di Kish,” lanjut Miryousefi.
Kendati demikian, Pemerintah AS tetap memohon kepada Iran untuk memulangkan Levinson. AS juga meminta Iran untuk memulangkan dua warga AS lainnya. Permintaan AS itu muncul, sejak Iran dan negara P5+1 (AS, Rusia, China, Inggris, Perancis dan Jerman) mencapai kesepakatan dalam negosiasi nuklir Teheran pekan lalu di Jenewa, Swiss.
Levinson diklaim sebagai warga AS yang disandera terlama dalam sejarah. Pihak keluarga terakhir kali menerima foto Levinson pada April 2011. Dalam foto itu, Levinson mengenakan pakaian warna oranye, jenggotnya tumbuh lebat warna putih dan ada rantai di badannya.
Sejumlah media AS melaporkan, Levinson menghilang selama perjalanan bisnis ke Pulau Kish Iran pada bulan Maret 2007. Keluarganya, yang menerima foto itu dari sebuah alamat di Pakistan meyakini Levinson masih hidup dan disekap.
Pemerintah AS juga meyakini, bekas agen FBI itu masih berada di suatu tempat di Iran. Sedangkan Pemerintah Iran sendiri mengaku tidak tahu di mana Levinson ditahan .
”Iran telah memiliki kerjasama yang maksimal dengan keluarga Levinson, dan keluarganya telah melakukan perjalanan ke Iran,” kata Alireza Miryousefi, konselor misi Iran untuk PBB kepada NBC News.
”Iran telah bekerja dengan keluarganya untuk mencari tahu di mana keberadaan Levinson. Kami tertarik juga untuk mencari tahu mengapa Mr Levinson berada di Kish,” lanjut Miryousefi.
Kendati demikian, Pemerintah AS tetap memohon kepada Iran untuk memulangkan Levinson. AS juga meminta Iran untuk memulangkan dua warga AS lainnya. Permintaan AS itu muncul, sejak Iran dan negara P5+1 (AS, Rusia, China, Inggris, Perancis dan Jerman) mencapai kesepakatan dalam negosiasi nuklir Teheran pekan lalu di Jenewa, Swiss.
(mas)