Demo di Thailand berlanjut, 4 kementerian jadi target massa
Selasa, 26 November 2013 - 14:39 WIB
Demo di Thailand berlanjut, 4 kementerian jadi target massa
A
A
A
Sindonews.com – Demo besar di Thailand yang berlangsung sejak kemarin berlanjut hingga hari ini (26/11/2013). Setelah Kantor Kementerian Keuangan, hari ini giliran Kantor Kementerian Dalam Negeri menjadi sasaran serbuan massa.
Reuters melaporkan, massa juga menerobos gerbang Kementerian Luar Negeri. ”Misi penting kami saat ini adalah untuk mengelilingi empat kementerian penting dari pemerintah,” kata Watchara Ritthakanee, pemimpin demonstrasi di hadapan massa yang bersorak.
Selain Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Luar Negeri, massa juga menargetkan menerobos Kantor Kementerian Pertanian, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Transortasi.
Hampir 1.000 demonstran anti-pemerintah mengibarkan bendera Thailand dan berkumpil di depan Kantor Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Thailand. Demo lanjutan itu sebagai tekanan massa yang terus menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mengundurkan diri.
Ritthakanee mengatakan, para demonstran akan menyebar ke seluruh negeri. Sementara itu, polisi anti-huru hara terus siaga di sejumlah kantor pemerintah dan jalan-jalan penting. Sejumlah staf dari berbagai kantor kementerian itu telah dievakuasi petugas keamanan.
Salah seorang saksi mata mengatakan, massa yang berjumlah sekitar 800 orang mengepung kantor Kementerian Dalam Negeri. Demonstrasi besar ini dipicu munculnya RUU amnesti yang didukung pemerintah. RUU itu dicurigai sebagai siasat Yingluck untuk mengampuni dan memulangkan bekas PM Thailand, yang juga kakaknya, Thaksin Sinawatra dari pengasingan akibat kasus korupsi tahun 2008.
Yingluck yang menghadapi perdebatan politik atas RUU itu telah menghalanginya untuk lawatan ke luar negeri. ”Saya tidak punya niat untuk mengundurkan diri atau membubarkan DPR,” kata Yingluck kepada wartawan. ”Kabinet masih bisa berfungsi, meskipun kami menghadapi beberapa kesulitan. Semua pihak telah menunjukkan tujuan politik mereka.”
Reuters melaporkan, massa juga menerobos gerbang Kementerian Luar Negeri. ”Misi penting kami saat ini adalah untuk mengelilingi empat kementerian penting dari pemerintah,” kata Watchara Ritthakanee, pemimpin demonstrasi di hadapan massa yang bersorak.
Selain Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Luar Negeri, massa juga menargetkan menerobos Kantor Kementerian Pertanian, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Transortasi.
Hampir 1.000 demonstran anti-pemerintah mengibarkan bendera Thailand dan berkumpil di depan Kantor Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Thailand. Demo lanjutan itu sebagai tekanan massa yang terus menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mengundurkan diri.
Ritthakanee mengatakan, para demonstran akan menyebar ke seluruh negeri. Sementara itu, polisi anti-huru hara terus siaga di sejumlah kantor pemerintah dan jalan-jalan penting. Sejumlah staf dari berbagai kantor kementerian itu telah dievakuasi petugas keamanan.
Salah seorang saksi mata mengatakan, massa yang berjumlah sekitar 800 orang mengepung kantor Kementerian Dalam Negeri. Demonstrasi besar ini dipicu munculnya RUU amnesti yang didukung pemerintah. RUU itu dicurigai sebagai siasat Yingluck untuk mengampuni dan memulangkan bekas PM Thailand, yang juga kakaknya, Thaksin Sinawatra dari pengasingan akibat kasus korupsi tahun 2008.
Yingluck yang menghadapi perdebatan politik atas RUU itu telah menghalanginya untuk lawatan ke luar negeri. ”Saya tidak punya niat untuk mengundurkan diri atau membubarkan DPR,” kata Yingluck kepada wartawan. ”Kabinet masih bisa berfungsi, meskipun kami menghadapi beberapa kesulitan. Semua pihak telah menunjukkan tujuan politik mereka.”
(mas)