Lagi, hacker Indonesia serang situs Pemerintah Australia

Selasa, 26 November 2013 - 10:41 WIB
Lagi, hacker Indonesia...
Lagi, hacker Indonesia serang situs Pemerintah Australia
A A A
Sindonews.com – Para hacker Indonesia kembali menyerang website polisi Australia (AFP) dan website instansi Pemerintah Australia lainnya. Aksi itu, sebagai balasan atas penyadapan intelijen Australia terhadap ponsel Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan para pejabat penting lain.

Kelompok hacker yang menamakan diri sebagai BlackSinChan mengklaim memperoleh dan menerbitkan kode akses terenkripsi dari beberapa website Australia. Dalam serangan itu, para hacker meninggalkan pesan di website yang diserang. ”Ini adalah balasan atas spionase terhadap Indonesia!,” bunyi pesan itu, seperti dikutip dari laman Sky News, Selasa (26/11/2013).

Sementara itu, Polisi Federal Australia (AFP) mengatakan, para hacker mengakses situs mereka melalui website Crime Stoppers. Wakil Ketua Crime Stoppers Australia, Peter Price mengatakan beberapa informasi yang diterbitkan para hacker di Facebook adalah nyata. ”Ya, website di-hacked (diserang) dan ya, mereka menerbitkan informasi itu di internet,” kata Price.

Sementara itu, dalam perkembangan konflik diplomatik, lawan politik Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyalahkan sikap Pemerintah Australia dalam menyikapi kemarahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Politikus Australia dari Partai Buruh, Brendan Patrick O'Connor, pada Selasa (26/11/2013), mengecam permainan politik, di mana kubu partainya dan bekas PM Kevin Rudd seolah-olah yang harus bertanggung jawab. Sebab skandal penyadapan ponsel SBY dan para menteri senior Indonesia terjadi tahun 2009 atau tahun di mana Kevin Rudd dan partainya berkuasa di Australia.

O'Connor mengatakan hubungan Australia dengan Indonesia sudah mundur. ”Kami sudah mundur karena sudah ada kegagalan untuk merespon secara cepat untuk masalah diplomatik,” kata O'Connor kepada Sky News.

”Fakta bahwa Pemerintah (Australia) tidak sepenuhnya menghargai rasa malu yang dialami oleh Presiden Indonesia dan istrinya. Saya pikir (ini) kegagalan total untuk mengatasi masalah itu,” lanjut bekas Menteri Imigrasi di era PM Julia Gilard itu.
(mas)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Kemampuan Rudal China...
Kemampuan Rudal China Melesat, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Pertahanan Misil
Berita Terkini
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
25 menit yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
1 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
2 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
2 jam yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
4 jam yang lalu
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
4 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved