Pembantai 26 orang di AS terobsesi tragedi Columbine
Selasa, 26 November 2013 - 09:59 WIB
Pembantai 26 orang di AS terobsesi tragedi Columbine
A
A
A
Sindonews.com – Motif penembakan 26 orang yang dilakukan Adam Lanza di sebuah sekolah di Connecitut, Newtown, Amerika Serikat, 2012 lalu mulai terungkap. Pembantaian 26 orang itu terjadi, karena Lanza terobsesi tragedi pembantaian serupa di Columbine tahun 1999.
Polisi setempat mengatakan, bahwa ada bukti Adam Lanza, 20, telah merencanakan penembakan yang terjadi kurang dari 11 menit itu. Tapi polisi belum bisa mengungkap, mengapa SD Sandy Hook di Newtown yang jadi sasaran. Adam Lanza pada 14 Desember 2012 mengumbar tembakan di SD itu, sebelum akhirnya dia menembak dirinya sendiri.
Dalam kasus pembantaian itu, Lanza bertindak sendirian dan kasus ini sekarang ditutup. ”Dia (Adam Lanza) terbiasa dengan senjata api dan amunisi dan terobsesi dengan pembunuhan massal, khususnya penembakan di Columbine High School di Colorado pada April 1999,” bunyi pernyataan polisi Newtown, seperti dikutip BBC, Selasa (26/11/2013).
Adam Lanza sebelum menembak mati 20 anak-anak dan enam orang dewasa dengan senapan semi - otomatis di Sandy Hook, dia telah menembak mati ibunya sendiri di rumahnya.
”Pertanyaan yang jelas yang tersisa adalah; mengapa penembak membunuh 26 orang, termasuk 20 anak-anak? Sayangnya, pertanyaan itu mungkin tidak pernah dijawab secara meyakinkan,” lanjut pernyataan polisi kemarin waktu setempat atau semalam WIB.
Stephen Sedensky, jaksa yang menangani kasus itu, mencatat bahwa Lanza tidak menunjukkan kecenderungan agresif atau mengancam. ”Beberapa orang yang mengenal pria bersenjata itu mengatakan, ia memiliki selera humor yang kering dan apresiasi terhadap alam,” kata Sedensky, mengutip hasil penyelidikan.
Polisi setempat mengatakan, bahwa ada bukti Adam Lanza, 20, telah merencanakan penembakan yang terjadi kurang dari 11 menit itu. Tapi polisi belum bisa mengungkap, mengapa SD Sandy Hook di Newtown yang jadi sasaran. Adam Lanza pada 14 Desember 2012 mengumbar tembakan di SD itu, sebelum akhirnya dia menembak dirinya sendiri.
Dalam kasus pembantaian itu, Lanza bertindak sendirian dan kasus ini sekarang ditutup. ”Dia (Adam Lanza) terbiasa dengan senjata api dan amunisi dan terobsesi dengan pembunuhan massal, khususnya penembakan di Columbine High School di Colorado pada April 1999,” bunyi pernyataan polisi Newtown, seperti dikutip BBC, Selasa (26/11/2013).
Adam Lanza sebelum menembak mati 20 anak-anak dan enam orang dewasa dengan senapan semi - otomatis di Sandy Hook, dia telah menembak mati ibunya sendiri di rumahnya.
”Pertanyaan yang jelas yang tersisa adalah; mengapa penembak membunuh 26 orang, termasuk 20 anak-anak? Sayangnya, pertanyaan itu mungkin tidak pernah dijawab secara meyakinkan,” lanjut pernyataan polisi kemarin waktu setempat atau semalam WIB.
Stephen Sedensky, jaksa yang menangani kasus itu, mencatat bahwa Lanza tidak menunjukkan kecenderungan agresif atau mengancam. ”Beberapa orang yang mengenal pria bersenjata itu mengatakan, ia memiliki selera humor yang kering dan apresiasi terhadap alam,” kata Sedensky, mengutip hasil penyelidikan.
(mas)