Demo ricuh di Mesir, bocah 10 tahun ditembak mati
Sabtu, 23 November 2013 - 12:39 WIB
Demo ricuh di Mesir, bocah 10 tahun ditembak mati
A
A
A
Sindonews.com – Tiga orang, salah satunya bocah berusia 10 tahun ditembak mati saat demonstrasi di Mesir. Demonstrasi itu berujung pada bentrok antara massa pro dan anti-Mohamed Morsi, di Kota Suez.
Bocah berusia 10 tahun itu ditembak mati saat berjalan di dekat lokasi bentrokan kedua kubu. Demikian keterangan dari sumber keamanan dan medis Pemerintah Mesir.
Di Kairo, seorang pria 21 tahun tewas setelah ditembak di dada pada saat bentrokan terjadi. Surat kabar Pemerintah Mesir al-Ahram melaporkan, 14 orang terluka dalam bentrok itu.
Massa pro Morsi—Presiden Mesir yang digulingkan militer—sudah menyerukan demonstrasi usai salat Jumat kemarin. Demonstrasi terus mereka suarakan, sejak Morsi digulingkan 3 Juli 2013, dan para pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir, yang merupakan kelompok loyalis Morsi, ditangkapi aparat keamanan Mesir.
Setidaknya 35 orang telah ditangkap dalam demonstrasi terbaru yang terjadi nyaris di seluruh negeri, kemarin. Mengutip laman al-Jazeera, Sabtu (23/11/2013), dalam salah demonstrasi, para demonstran mencoba untuk memasuki Rabaa al- Adawiya Square, yang merupakan situs terbesar, di lingkungan timur Kairo.
Pasukan keamanan, yang telah menutup kawasan itu dengan kawat berduri dan kendaraan lapis baja, mengusir para demonstran dengan tembakan gas air mata.
Sementara itu, di Suez, sekitar 500 pendukung Morsi berkumpul di kawasan Awel - el - Soor pusat dan meneriakkan slogan-slogan anti-tentara dan polisi.
Menurut saksi mata, bentrokan pecah antara massa pro dan anti-Morsi setelah kedua kubu saling melempar batu, diikuti suara tembakan. ”Seorang anak, bernama Samir El - Gamal terkena peluru di belakang kepala ,” kata saksi tersebut.
Kelompok Ikhwanul Muslimin menuduh pasukan keamanan menggunakan peluru tajam untuk membubarkan protes massa. Namun, polisi mengatakan peluru itu datang dari massa pro dan anti-Morsi, bukan dari aparat keamanan.
Bocah berusia 10 tahun itu ditembak mati saat berjalan di dekat lokasi bentrokan kedua kubu. Demikian keterangan dari sumber keamanan dan medis Pemerintah Mesir.
Di Kairo, seorang pria 21 tahun tewas setelah ditembak di dada pada saat bentrokan terjadi. Surat kabar Pemerintah Mesir al-Ahram melaporkan, 14 orang terluka dalam bentrok itu.
Massa pro Morsi—Presiden Mesir yang digulingkan militer—sudah menyerukan demonstrasi usai salat Jumat kemarin. Demonstrasi terus mereka suarakan, sejak Morsi digulingkan 3 Juli 2013, dan para pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir, yang merupakan kelompok loyalis Morsi, ditangkapi aparat keamanan Mesir.
Setidaknya 35 orang telah ditangkap dalam demonstrasi terbaru yang terjadi nyaris di seluruh negeri, kemarin. Mengutip laman al-Jazeera, Sabtu (23/11/2013), dalam salah demonstrasi, para demonstran mencoba untuk memasuki Rabaa al- Adawiya Square, yang merupakan situs terbesar, di lingkungan timur Kairo.
Pasukan keamanan, yang telah menutup kawasan itu dengan kawat berduri dan kendaraan lapis baja, mengusir para demonstran dengan tembakan gas air mata.
Sementara itu, di Suez, sekitar 500 pendukung Morsi berkumpul di kawasan Awel - el - Soor pusat dan meneriakkan slogan-slogan anti-tentara dan polisi.
Menurut saksi mata, bentrokan pecah antara massa pro dan anti-Morsi setelah kedua kubu saling melempar batu, diikuti suara tembakan. ”Seorang anak, bernama Samir El - Gamal terkena peluru di belakang kepala ,” kata saksi tersebut.
Kelompok Ikhwanul Muslimin menuduh pasukan keamanan menggunakan peluru tajam untuk membubarkan protes massa. Namun, polisi mengatakan peluru itu datang dari massa pro dan anti-Morsi, bukan dari aparat keamanan.
(mas)