HRW: Para pengungsi Afghanistan alami pelecehan di Iran
Rabu, 20 November 2013 - 14:13 WIB
HRW: Para pengungsi Afghanistan alami pelecehan di Iran
A
A
A
Sindonews.com – Sejumlah warga Afghanistan yang mencari perlindungan di Iran dilaporkan mengalami pelecehan oleh aparat Pemerintah Iran. Para pengungsi itu melarikan diri dari Afghanistan untuk menghindari perang di negara tersebut.
Demikian laporan yang dirilis Human Rights Watch (HRW), Rabu (20/11/2013). Laporan bertajuk “Tamu Tidak Diinginkan” itu, berisi penangkapan sewenang-wenang, penahanan, pemukulan dan pelecehan terhadap lebih dari satu juta warga Afghanistan.
Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di New York itu menyebut, aparat Pemerintah Iran menggunakan ancaman deportasi sebagai bentuk pemerasan politik terhadap Afghanistan. ”Dalam beberapa tahun terakhir kondisi semakin memburuk dan tekanan meningkat untuk hampir semua warga Afghanistan di Iran,” bunyi laporan HRW.
”Mereka menghadapi hambatan yang lebih tinggi untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan dan layanan sosial, serta mengalami penangkapan sewenang-wenang dan penahanan,” lanjut bunyi laporan itu, seperti dikutip Reuters.
Para pengungsi Afghanistan sejatinya sudah bertahun-tahun hidup di Iran. Tapi, sanksi ekonomi dari negara-negara Barat atas program nuklir Iran, telah memicu inflasi dan pengangguran yang signifikan di Iran. Imbasnya, kondisi kehidupan para pengungsi terancam.
Laporan itu dirilis HRW, menjelang negosiasi nukli Teheran di Jenewa yang digelar Iran dengan Amerika Serikat, Rusia, China, Perancis, Inggris dan Jerman (P5+1).
Demikian laporan yang dirilis Human Rights Watch (HRW), Rabu (20/11/2013). Laporan bertajuk “Tamu Tidak Diinginkan” itu, berisi penangkapan sewenang-wenang, penahanan, pemukulan dan pelecehan terhadap lebih dari satu juta warga Afghanistan.
Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di New York itu menyebut, aparat Pemerintah Iran menggunakan ancaman deportasi sebagai bentuk pemerasan politik terhadap Afghanistan. ”Dalam beberapa tahun terakhir kondisi semakin memburuk dan tekanan meningkat untuk hampir semua warga Afghanistan di Iran,” bunyi laporan HRW.
”Mereka menghadapi hambatan yang lebih tinggi untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan dan layanan sosial, serta mengalami penangkapan sewenang-wenang dan penahanan,” lanjut bunyi laporan itu, seperti dikutip Reuters.
Para pengungsi Afghanistan sejatinya sudah bertahun-tahun hidup di Iran. Tapi, sanksi ekonomi dari negara-negara Barat atas program nuklir Iran, telah memicu inflasi dan pengangguran yang signifikan di Iran. Imbasnya, kondisi kehidupan para pengungsi terancam.
Laporan itu dirilis HRW, menjelang negosiasi nukli Teheran di Jenewa yang digelar Iran dengan Amerika Serikat, Rusia, China, Perancis, Inggris dan Jerman (P5+1).
(mas)