Ribuan militan Barat di Suriah bisa jadi momok untuk AS
Rabu, 13 November 2013 - 18:33 WIB
Ribuan militan Barat di Suriah bisa jadi momok untuk AS
A
A
A
Sindonews.com – Lebih dari 1.000 militan yang ikut berperang di Suriah, diketahui berpaspor negara-negara Amerika Utara dan Eropa. Mereka bisa menjadi ancaman yang menakutkan untuk melakukan teror terhadap Amerika Serikat (AS) di masa depan.
Demikian disampaikan anggota DPR Komite Intelijen AS dari Partai Republik, Mike Rogers, kemarin (12/11/2013), seperti dikutip Fox News. Menurutnya, mereka yang pro dengan militan al-Qaeda di Suriah telah menganggap bangsa yang diperangi sebagai surga.
”Jumlah jihadis Barat sekarang melebihi 1.000 orang yang telah muncul, sehingga mereka akan memiliki paspor, paspor yang baik, yang memungkinkan mereka untuk melakukan perjalanan keliling Eropa, mungkin sampai ke Amerika Serikat,” ujar Rogers. ”Itu memprihatinkan.”
Perang di Timur Tengah yang memancing militan dari seluruh dunia, kata Rogers, bukanlah hal yang baru.“Apa yang telah kita lihat sampai saat ini, gerilyawan asing di Irak atau Afghanistan meningkat,” kata Rogers.
Rogers melanjutkan, sebuah kasus terorisme baru-baru ini diungkap di North Carolina, AS menggarisbawahi meningkatnya jumlah orang Amerika yang dituduh bepergian ke Suriah untuk berjuang bersama kelompok-kelompok Islam.
Sebuah laporan baru oleh Kronos Advisory Group, sebuah penelitian independen keamanan nasional dan intelijen, mengungkap bahwa jumlah warga Belanda yang bepergian ke Suriah meningkat tajam. Kepala Analisis Jihad Global, Ronald Sandee, menulis bahwa Belanda menjadi lahan bagi ekstremis.
”Ketika para jihadis Salafi yang telah melakukan perjalanan dari Barat untuk bergabung dengan kelompok jihad di Suriah, sulit untuk menentukan sosok mereka,” bunyi laporan itu. ”Namun, jelas, bahwa masuknya orang-orang Barat ke dalam kelompok jihad belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal jumlah yang signifikan.”
Demikian disampaikan anggota DPR Komite Intelijen AS dari Partai Republik, Mike Rogers, kemarin (12/11/2013), seperti dikutip Fox News. Menurutnya, mereka yang pro dengan militan al-Qaeda di Suriah telah menganggap bangsa yang diperangi sebagai surga.
”Jumlah jihadis Barat sekarang melebihi 1.000 orang yang telah muncul, sehingga mereka akan memiliki paspor, paspor yang baik, yang memungkinkan mereka untuk melakukan perjalanan keliling Eropa, mungkin sampai ke Amerika Serikat,” ujar Rogers. ”Itu memprihatinkan.”
Perang di Timur Tengah yang memancing militan dari seluruh dunia, kata Rogers, bukanlah hal yang baru.“Apa yang telah kita lihat sampai saat ini, gerilyawan asing di Irak atau Afghanistan meningkat,” kata Rogers.
Rogers melanjutkan, sebuah kasus terorisme baru-baru ini diungkap di North Carolina, AS menggarisbawahi meningkatnya jumlah orang Amerika yang dituduh bepergian ke Suriah untuk berjuang bersama kelompok-kelompok Islam.
Sebuah laporan baru oleh Kronos Advisory Group, sebuah penelitian independen keamanan nasional dan intelijen, mengungkap bahwa jumlah warga Belanda yang bepergian ke Suriah meningkat tajam. Kepala Analisis Jihad Global, Ronald Sandee, menulis bahwa Belanda menjadi lahan bagi ekstremis.
”Ketika para jihadis Salafi yang telah melakukan perjalanan dari Barat untuk bergabung dengan kelompok jihad di Suriah, sulit untuk menentukan sosok mereka,” bunyi laporan itu. ”Namun, jelas, bahwa masuknya orang-orang Barat ke dalam kelompok jihad belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal jumlah yang signifikan.”
(mas)