Menlu RI serukan kerjasama nyata Asia-Eropa
Selasa, 12 November 2013 - 10:11 WIB
Menlu RI serukan kerjasama nyata Asia-Eropa
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri RI, Marty M. Natalegawa, menyerukan perlunya kerjasama konkrit di antara negara-negara Asia dan Eropa, yang memberikan dampak nyata terhadap masyarakat di kedua benua.
Seruan Menlu Marty itu, dia sampaikan di pertama Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri (PTM) ke-11 Asia Europe Meeting (ASEM) di New Delhi, India, yang berlangsung 11 dan 12 November 2013.
Dalam pembahasan PTM ASEM ke-11, bertajuk “Bridge to Partnership for Growth and Development”, Marty juga mendorong kerjasama konkrit ASEM dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
”Sebagai organisasi antar-kawasan, ASEM dapat memberikan nilai tambah dan melengkapi berbagai kerjasama kawasan dan global terkait isu pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Marty, seperti dikutip situs Kemlu RI, Selasa (12/11/2013).
Menurutnya, pada hakikatnya pembangunan yang berkelanjutan terwujud melalui keseimbangan yang optimal antara pertumbuhan ekonomi, pemerataan sosial, dan lingkungan hidup yang berkesinambungan.
”Secara konkrit pembangunan yang berkelanjutan dapat dicapai melalui tiga hal, antara lain, pertama, fasilitasi perdagangan dan investasi. Kedua, pengembangan konektivitas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketiga, dukungan terhadap Usaha Kecil dan Menengah untuk memastikan pemerataan sosial,” imbuh Marty.
ASEM merupakan forum dialog antarnegara di kawasan Asia dan Eropa. Keanggotaan ASEM terdiri dari 20 negara Asia, 29 negara Eropa, Sekretariat ASEAN dan Komisi Eropa. Perekonomian ASEM berkontribusi 60 persen dari PDB total dunia dan dua per tiga nilai perdagangan dunia.
Seruan Menlu Marty itu, dia sampaikan di pertama Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri (PTM) ke-11 Asia Europe Meeting (ASEM) di New Delhi, India, yang berlangsung 11 dan 12 November 2013.
Dalam pembahasan PTM ASEM ke-11, bertajuk “Bridge to Partnership for Growth and Development”, Marty juga mendorong kerjasama konkrit ASEM dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
”Sebagai organisasi antar-kawasan, ASEM dapat memberikan nilai tambah dan melengkapi berbagai kerjasama kawasan dan global terkait isu pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Marty, seperti dikutip situs Kemlu RI, Selasa (12/11/2013).
Menurutnya, pada hakikatnya pembangunan yang berkelanjutan terwujud melalui keseimbangan yang optimal antara pertumbuhan ekonomi, pemerataan sosial, dan lingkungan hidup yang berkesinambungan.
”Secara konkrit pembangunan yang berkelanjutan dapat dicapai melalui tiga hal, antara lain, pertama, fasilitasi perdagangan dan investasi. Kedua, pengembangan konektivitas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketiga, dukungan terhadap Usaha Kecil dan Menengah untuk memastikan pemerataan sosial,” imbuh Marty.
ASEM merupakan forum dialog antarnegara di kawasan Asia dan Eropa. Keanggotaan ASEM terdiri dari 20 negara Asia, 29 negara Eropa, Sekretariat ASEAN dan Komisi Eropa. Perekonomian ASEM berkontribusi 60 persen dari PDB total dunia dan dua per tiga nilai perdagangan dunia.
(mas)