Disapu topan dahsyat, ratusan mayat penuhi jalan di Filipina
Sabtu, 09 November 2013 - 11:42 WIB
Disapu topan dahsyat, ratusan mayat penuhi jalan di Filipina
A
A
A
Sindonews.com – Topan Haiyan yang tercatat sebagai topan terkuat di dunia telah menghancurkan sejumlah wilayah di Filpina. Hingga Sabtu (9/11/2013), lebih dari 100 orang dilaporkan tewas.
Pemandangan tragis tampak di berbagai jalan di Tacloban, Leyte, Filipina. Yakni, lebih dari 100 mayat berserakan di jalan dan sejumlah fasilitas publik.
John Andrews, Wakil Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Filipina, menggambarkan kekacauan di kota itu itu. Di mana, banyak bangunan rusak dan puing-puingnya beterbangan bak layang-layang.
Ada sekitar 100 orang lainnya mengalami luka-luka akibat terkena puing-puing bangunan yang tersapu topan dengan kecepatan 315 kilometer per jam itu.
Aktivitas publik di sejumlah wilayah lumpuh. Kantor binis, sekolah dan gedung-gedung pemerintah tutup. Parahnya, saluran komunikasi di berbagai kota dan desa terputus total. ”Menurut manajer stasiun bandara, beberapa bangunan benar-benar hancur,” kata Andrews kepada televisi ABS -CBN.
Seorang wartawan untuk jaringan televisi lokal GMA, juga melaporkan melihat sekitar 20 mayat menumpuk di sebuah gereja di Palo, sebuah kota pantai sekitar 10 kilometer selatan dari Tacloban.
”Kami mendapat laporan, bangunan roboh, rumah sara dengan tanah, gelombang badai dan tanah longsor,” kata Kepala Palang Merah Filipina, Gwendolyn Pang, kepada AFP.
Pihak militer Filipina mulai mengerahkan pesawat terbang C – 130, yang memasok bantuan ke Tacloban. Kota itu dihuni sekitar 220.000 orang.
Pihak Palang Merah Filipina juga mengatakan, mereka tidak bisa melaporkan kondisi kota Guiuan, sebuah kota para nelayan di Samar, karena saluran komunikasi terputus. Padahal, kota itu dihuni sekitar 400 ribu orang.
Pemandangan tragis tampak di berbagai jalan di Tacloban, Leyte, Filipina. Yakni, lebih dari 100 mayat berserakan di jalan dan sejumlah fasilitas publik.
John Andrews, Wakil Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Filipina, menggambarkan kekacauan di kota itu itu. Di mana, banyak bangunan rusak dan puing-puingnya beterbangan bak layang-layang.
Ada sekitar 100 orang lainnya mengalami luka-luka akibat terkena puing-puing bangunan yang tersapu topan dengan kecepatan 315 kilometer per jam itu.
Aktivitas publik di sejumlah wilayah lumpuh. Kantor binis, sekolah dan gedung-gedung pemerintah tutup. Parahnya, saluran komunikasi di berbagai kota dan desa terputus total. ”Menurut manajer stasiun bandara, beberapa bangunan benar-benar hancur,” kata Andrews kepada televisi ABS -CBN.
Seorang wartawan untuk jaringan televisi lokal GMA, juga melaporkan melihat sekitar 20 mayat menumpuk di sebuah gereja di Palo, sebuah kota pantai sekitar 10 kilometer selatan dari Tacloban.
”Kami mendapat laporan, bangunan roboh, rumah sara dengan tanah, gelombang badai dan tanah longsor,” kata Kepala Palang Merah Filipina, Gwendolyn Pang, kepada AFP.
Pihak militer Filipina mulai mengerahkan pesawat terbang C – 130, yang memasok bantuan ke Tacloban. Kota itu dihuni sekitar 220.000 orang.
Pihak Palang Merah Filipina juga mengatakan, mereka tidak bisa melaporkan kondisi kota Guiuan, sebuah kota para nelayan di Samar, karena saluran komunikasi terputus. Padahal, kota itu dihuni sekitar 400 ribu orang.
(mas)