AS: Sanksi Iran diringankan, jika aktivitas nuklir distop
Jum'at, 08 November 2013 - 11:12 WIB
AS: Sanksi Iran diringankan, jika aktivitas nuklir distop
A
A
A
Sindonews.com - Pihak Gedung Putih, Amerika Serikat (AS), mengatakan, enam negara kekuatan dunia yang terlibat negosiasi dengan Iran, akan mempertimbangkan untuk meringankan sanksi terhadap Teheran. Syaratnya, Iran harus menghetikan kegiatan program nuklirnya.
Enam negara itu adalahAmerika Serikat, Rusia , China, Inggris , Perancis dan Jerman. Menurut juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, syarat itu penting untuk meredam kekhawatiran dunia.
”Sanksi itu akan dipertahankan sampai ada perjanjian komprehensif yang diverifikasi, yang bisa menyelesaikan kekhawatiran masyarakat internasional ,” kata kata Carney, seperti dikutip Xinhua, Jumat (8/11/2013).
Jika Iran tidak memenuhi komitmennya, enam negara tersebut tidak akan membantu. Bahkan, kemungknan akan menambah sanksi baru terhadap Teheran.
Pernyataan Gedung itu muncul beberapa saat, setelah perundingan nuklir Iran bersama enam negara yang dikenal dengan kelompok 5P+1, berlangsung di Jenewa, Swiss, kemarin.
Perundingan nuklir Iran itu berlangsung dua hari, sampai hari ini. Iran sendiri, sempat pesimistis dengan negosiasi yang mulai berjalan. Pada pembicaraan awal 15 dan 16 Oktober 2013 lalu, Iran mengusulkan rencana tertentu dalam negosiasi. Namun, rincian rencana itu tidak pernah diungkap.
Enam negara itu adalahAmerika Serikat, Rusia , China, Inggris , Perancis dan Jerman. Menurut juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, syarat itu penting untuk meredam kekhawatiran dunia.
”Sanksi itu akan dipertahankan sampai ada perjanjian komprehensif yang diverifikasi, yang bisa menyelesaikan kekhawatiran masyarakat internasional ,” kata kata Carney, seperti dikutip Xinhua, Jumat (8/11/2013).
Jika Iran tidak memenuhi komitmennya, enam negara tersebut tidak akan membantu. Bahkan, kemungknan akan menambah sanksi baru terhadap Teheran.
Pernyataan Gedung itu muncul beberapa saat, setelah perundingan nuklir Iran bersama enam negara yang dikenal dengan kelompok 5P+1, berlangsung di Jenewa, Swiss, kemarin.
Perundingan nuklir Iran itu berlangsung dua hari, sampai hari ini. Iran sendiri, sempat pesimistis dengan negosiasi yang mulai berjalan. Pada pembicaraan awal 15 dan 16 Oktober 2013 lalu, Iran mengusulkan rencana tertentu dalam negosiasi. Namun, rincian rencana itu tidak pernah diungkap.
(mas)