Hadapi Iran, Pakistan diduga beri senjata nuklir ke Saudi
Kamis, 07 November 2013 - 13:07 WIB
Hadapi Iran, Pakistan diduga beri senjata nuklir ke Saudi
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Pakistan diduga bersiap-siap untuk memberikan senjata nuklir kepada Arab Saudi. Pemberian senjata nuklir itu ke Arab Saudi itu untuk melawan ancaman di masa depan dari Iran.
Dugaan itu dilansir program Newsnight BBC, Kamis (7/11/2013). Dalam laporannya, media Inggris itu mengutip sejumlah sumber pejabat di Pakistan, yang menyebut negara itu sedang mempersiapkan pengiriman senjata nuklir untuk beberapa waktu ke depan.
Klaim dari sumber itu muncul, setelah negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat terlibat negosiasi dengan Iran untuk membahas program nuklir Teheran. Sedangkan Arab Saudi dan Iran, selama ini kerap berseberangan sikap dan kebijakan. ”Pakistan telah menyiapkan sejumlah hulu ledak. Jika Saudi memintanya, mereka bisa memberikan,” tulis BBC, mengutip sumber itu.
Sementara itu, Pemerintah Pakistan dan Arab Saudi merilis pernyataan untuk menanggapi laporan itu. Pemerintah Pakistan, dalam pernyataannya menyebut laporan itu sebagai laporan ”sekuler, nakal dan tak berdasar”.
Sedangkan Pemerintah Arab Saudi menyatakan, yang sebenarnya terjadi negaranya hanya melakukan penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir. Arab Saudi menegaskan, mereka bertekad untuk menjaga Timur Tengah yang non-nuklir, dan itu menjadi salah satu alasan mereka menolak jatah kursi Dewan Keamanan PBB.
Dugaan itu dilansir program Newsnight BBC, Kamis (7/11/2013). Dalam laporannya, media Inggris itu mengutip sejumlah sumber pejabat di Pakistan, yang menyebut negara itu sedang mempersiapkan pengiriman senjata nuklir untuk beberapa waktu ke depan.
Klaim dari sumber itu muncul, setelah negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat terlibat negosiasi dengan Iran untuk membahas program nuklir Teheran. Sedangkan Arab Saudi dan Iran, selama ini kerap berseberangan sikap dan kebijakan. ”Pakistan telah menyiapkan sejumlah hulu ledak. Jika Saudi memintanya, mereka bisa memberikan,” tulis BBC, mengutip sumber itu.
Sementara itu, Pemerintah Pakistan dan Arab Saudi merilis pernyataan untuk menanggapi laporan itu. Pemerintah Pakistan, dalam pernyataannya menyebut laporan itu sebagai laporan ”sekuler, nakal dan tak berdasar”.
Sedangkan Pemerintah Arab Saudi menyatakan, yang sebenarnya terjadi negaranya hanya melakukan penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir. Arab Saudi menegaskan, mereka bertekad untuk menjaga Timur Tengah yang non-nuklir, dan itu menjadi salah satu alasan mereka menolak jatah kursi Dewan Keamanan PBB.
(mas)