Malaysia kumpulkan bukti kegiatan mata-mata AS & Australia
Kamis, 07 November 2013 - 02:19 WIB
Malaysia kumpulkan bukti kegiatan mata-mata AS & Australia
A
A
A
Sindonews.com – Malaysia mengatakan, pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk membuktikan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Australia telah melakukan kegiatan mata-mata di wilayah Malaysia.
Seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (6/11/2013), Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Wan Junaidi Tuanku Jaafar memperingatkan, bahwa Malaysia memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu. Namun, ia menolak untuk menguraikan program kerjanya.
Menurut Wan Junaidi, AS dan Australia telah melewati batas. Ia mengecam keras tindakan kedua negara itu. Ia menambahkan, bahwa sebuah hal yang berbeda antara berbagi data intelijen tentang masalah keamanan dan memata-matai para pemimpin dan warga Malaysia.
"Ini harus dipisahkan, sementara kami bekerja sama intelijen, anti-terorisme, kejahatan terorisme dalam konteks kejahatan lintas perbatasan, ini adalah hal-hal yang kita bisa berbagi dengan orang lain, termasuk AS,” jelas Wan Junaidi.
"Tapi, tentu tidak dibenarkan AS atau Australia untuk datang ke sini dan menempatkan pengawasan pada setiap pemimpin negara atau orang-orang dari negara bersangkutan," lanjutnya.
Seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (6/11/2013), Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Wan Junaidi Tuanku Jaafar memperingatkan, bahwa Malaysia memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu. Namun, ia menolak untuk menguraikan program kerjanya.
Menurut Wan Junaidi, AS dan Australia telah melewati batas. Ia mengecam keras tindakan kedua negara itu. Ia menambahkan, bahwa sebuah hal yang berbeda antara berbagi data intelijen tentang masalah keamanan dan memata-matai para pemimpin dan warga Malaysia.
"Ini harus dipisahkan, sementara kami bekerja sama intelijen, anti-terorisme, kejahatan terorisme dalam konteks kejahatan lintas perbatasan, ini adalah hal-hal yang kita bisa berbagi dengan orang lain, termasuk AS,” jelas Wan Junaidi.
"Tapi, tentu tidak dibenarkan AS atau Australia untuk datang ke sini dan menempatkan pengawasan pada setiap pemimpin negara atau orang-orang dari negara bersangkutan," lanjutnya.
(esn)