Palestina menolak didamaikan dengan Israel oleh AS
Rabu, 06 November 2013 - 16:40 WIB
Palestina menolak didamaikan dengan Israel oleh AS
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, tengah berupaya merajut kembali proses perundingan damai Palestina dan Israel yang terseok-seok. Namun, pihak Palestina mengisyaratkan menolak upaya itu selama Israel melanjutkan proyek permukimannya.
Reuters melaporkan, Kerry dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Israel di Yerusalem, Rabu (6/11/2013). Beberapa tokoh yang dijadwalkan terlibat dalam pembicaraan itu, antara lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Israel, Shimon Peres.
Setelah itu, Kerry akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas di Betlehem. Kerry sejak Juli 2013 lalu, aktif menjadi mediator perundingan damai Palestina dan Israel. Namun, belakangan perundingan itu mulai rusak, setelah Israel nekat melanjutkan proyek permukimannya di wilayah yang disengketakan dengan Palestina.
Seorang pejabat senior Palestina, yang diwawancarai AFP, dengan syarat anonim, mengatakan, ototitas Palestina akan menolak untuk melanjutkan perundingan damai dengan Israel, selama pemukiman untuk warga Yahudi di Tepi Barat terus dilanjutkan.
”Jika Israel bertekad untuk terus melanjutkan proyek pemukiman, kita tidak bisa melanjutkan negosiasi,” katanya menanggapi upaya John Kerry itu. ”Negosiasi Palestina dan Israel rusak, selama sesi pada Selasa malam,” lanjut pejabat senior Palestina itu.
Sementara itu, Kerry yang tiba di Yerusalem disambut Presiden Shimon Peres dengan iringan lagu perdamaian, dan diberikan karangan bunga. ”Sekarang sudah 18 tahun sejak saat itu dan jelas, bahwa kita perlu mendengarkan lagu perdamaian yang keras,” kata Kerry.
Reuters melaporkan, Kerry dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Israel di Yerusalem, Rabu (6/11/2013). Beberapa tokoh yang dijadwalkan terlibat dalam pembicaraan itu, antara lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Israel, Shimon Peres.
Setelah itu, Kerry akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas di Betlehem. Kerry sejak Juli 2013 lalu, aktif menjadi mediator perundingan damai Palestina dan Israel. Namun, belakangan perundingan itu mulai rusak, setelah Israel nekat melanjutkan proyek permukimannya di wilayah yang disengketakan dengan Palestina.
Seorang pejabat senior Palestina, yang diwawancarai AFP, dengan syarat anonim, mengatakan, ototitas Palestina akan menolak untuk melanjutkan perundingan damai dengan Israel, selama pemukiman untuk warga Yahudi di Tepi Barat terus dilanjutkan.
”Jika Israel bertekad untuk terus melanjutkan proyek pemukiman, kita tidak bisa melanjutkan negosiasi,” katanya menanggapi upaya John Kerry itu. ”Negosiasi Palestina dan Israel rusak, selama sesi pada Selasa malam,” lanjut pejabat senior Palestina itu.
Sementara itu, Kerry yang tiba di Yerusalem disambut Presiden Shimon Peres dengan iringan lagu perdamaian, dan diberikan karangan bunga. ”Sekarang sudah 18 tahun sejak saat itu dan jelas, bahwa kita perlu mendengarkan lagu perdamaian yang keras,” kata Kerry.
(mas)