Massa garis keras Iran peringati pengepungan Kedubes AS

Senin, 04 November 2013 - 17:26 WIB
Massa garis keras Iran...
Massa garis keras Iran peringati pengepungan Kedubes AS
A A A
Sindonews.com – Massa garis keras di Iran, pada Senin (4/11/2013), memperingati pengepungan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Teheran yang tahun 1979. Peringatan itu, menambah hambatan Presiden Hassan Rouhani untuk meredam ketegangan AS dengan Iran.

Dalam peringatan itu, massa berkumpul Senin pagi di sekitar gedung kedutaan, yang sering disebut-sebut sebagai sarang mata-mata. ”Massa memegang plakat anti-AS, dan mengibarkan bendera, serta meneriakkan slogan ’hancurkan Amerika’,” tulis media Iran, dikutip Reuters.

Pada pengepungan Kedubes AS di Teheran tahun 1979, diawali dengan gerakan sekelompok aktivis mahasiswa yang mendadak menyerbu gedung Kedubes AS. Mereka lantas menyandera 52 staf Kedubes AS selama 444 hari. Sejak itu, AS dan Iran belum kembali menjalin hubungan diplomatik.

Pada peringatan tahun ini, massa yang terlibat lebih banyak, sebagai penegasan untuk menentang diplomasi yang dilakukan Rouhani terhadap Washington.

Rouhani yang terpilih sebagai Presiden Iran pengganti Mahmoud Ahmadinejad pada bulan Juni 2013, telah membuat gebrakan untuk membuka diplomasi dengan negara-negara Barat, terutama AS, perihal program nuklir Iran. Langkah Rouhani itu sebagai upaya untuk mengakhiri penderitaan rakyat Iran atas embargo ekonomi yang dilakukan negara-negara Barat karena Iran dicurigai membuat senjata nuklir.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei , memberi dukungan yang kuat terhadap negosiator nuklir Iran. Dia memperingatkan kepada massa garis keras, yang menuduh Rouhani berkompromi dengan musuh lama Iran.

”Tidak ada yang harus dipertimbangkan, bahwa negosiator kita sebagai sosok kompromis,” kata Khamenei mengatakan dalam sebuah pidato. ”Mereka memiliki misi yang sulit dan tidak boleh ada yang melemahkan pejabata kita yang sibuk dengan pekerjaannya.”
(mas)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
1 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
3 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
3 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
4 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
4 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved