Pelaku penembakan di Bandara LA terancam hukuman mati
Senin, 04 November 2013 - 01:57 WIB
Pelaku penembakan di Bandara LA terancam hukuman mati
A
A
A
Sindonews.com – Paul Ciancia (23), pria muda yang mengumbar peluru di Bandara LAX, Los Angeles, Amerika Serikat (AS), beberapa hari lalu, terancam hukuman mati. Ia dituduh membunuh seorang perwira federal dan melakukan kekerasan di sebuah bandara internasional.
Seorang Jaksa AS, Andre Birotte, menceritakan, bagaimana Ciancia diduga menembaki seorang agen Transportasi Security Agency (TSA) dari jarak dekat. Agen itu, Gerardo Hernandez (39), menjadi agen TSA pertama yang tewas sejak persitiwa teror 11 September 2001.
Jaksa itu juga menggambarkan bagaimana penembakan dimulai. “Ciancia menarik senapan serbu MP-15 kaliber 0,223 dari tasnya dan menembak beberapa putaran pada wilayah kosong di Terminal 3 LAX,” jelas Birotte, seperti dikutip dari AFP, Minggu (3/11/2013).
Tembakan itu ternyata melukai Hernandez, tetapi tidak sampai membunuhnya. Kemudian, Ciancia melangkah menuju Hernandez yang terjatuh di dekat eskalator dan melepaskan tembakan yang akhirnya membunuh Hernandez.
Ciancia kemudian melangkah lebih jauh ke dalam terminal 3 dan menembak empat orang lainnya, termasuk dua petugas TSA. Lalu, ia berhasil ditahan setelah tembak-menembak dengan polisi LAX.
Sebuah catatan bertulis tangan ditemukan di tas yang dibawa Ciancia ke bandara. “Catatan ini menunjukkan, bahwa ia membuat keputusan sadar untuk membunuh beberapa karyawan TSA," kata David Bowdich, Kepala Kantor FBI Los Angeles.
Walikota Los Angeles, Eric Garcetti, mengatakan, bahwa Ciancia memiliki banyak amunisi ketika ia ditangkap. Birotte mengatakan, Ciancia ditembak empat kali oleh polisi bandara dan ia memiliki sekitar 150 butir amunisi.
Seorang Jaksa AS, Andre Birotte, menceritakan, bagaimana Ciancia diduga menembaki seorang agen Transportasi Security Agency (TSA) dari jarak dekat. Agen itu, Gerardo Hernandez (39), menjadi agen TSA pertama yang tewas sejak persitiwa teror 11 September 2001.
Jaksa itu juga menggambarkan bagaimana penembakan dimulai. “Ciancia menarik senapan serbu MP-15 kaliber 0,223 dari tasnya dan menembak beberapa putaran pada wilayah kosong di Terminal 3 LAX,” jelas Birotte, seperti dikutip dari AFP, Minggu (3/11/2013).
Tembakan itu ternyata melukai Hernandez, tetapi tidak sampai membunuhnya. Kemudian, Ciancia melangkah menuju Hernandez yang terjatuh di dekat eskalator dan melepaskan tembakan yang akhirnya membunuh Hernandez.
Ciancia kemudian melangkah lebih jauh ke dalam terminal 3 dan menembak empat orang lainnya, termasuk dua petugas TSA. Lalu, ia berhasil ditahan setelah tembak-menembak dengan polisi LAX.
Sebuah catatan bertulis tangan ditemukan di tas yang dibawa Ciancia ke bandara. “Catatan ini menunjukkan, bahwa ia membuat keputusan sadar untuk membunuh beberapa karyawan TSA," kata David Bowdich, Kepala Kantor FBI Los Angeles.
Walikota Los Angeles, Eric Garcetti, mengatakan, bahwa Ciancia memiliki banyak amunisi ketika ia ditangkap. Birotte mengatakan, Ciancia ditembak empat kali oleh polisi bandara dan ia memiliki sekitar 150 butir amunisi.
(esn)