Dubes Australia: Saya bicara pada Kemenlu, bukan ke media
Jum'at, 01 November 2013 - 13:06 WIB
Dubes Australia: Saya bicara pada Kemenlu, bukan ke media
A
A
A
Sindonews.com – Duta Besar Australia di Jakarta, Greg Moriarty, memenuhi panggilan pihak Kemenlu untuk mengklarifikasi laporan penyadapan Australia terhadap Indonesia. Moriarty tiba di Kantor Kemenlu RI, sekitar pukul 09.00 WIB.
Dia tampak muram, ketika menghadapi para wartawan. ”Saya di sini untuk berbicara dengan kementerian luar negeri, tidak kepada media,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Australia berkomentar soal pemanggilan Dubes Moriarty oleh pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia. Moriarty dipanggil untuk menjelaskan laporan penyadapan Australia terhadap Indonesia melalui fasilitas di Kedubes Australia di Jakarta.
Mengutip laporan Sidney Morning Herald, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Australia menanggapi, pemanggilan Dubes Moriarty. ”Itu adalah hak prerogatif pemerintah tuan rumah untuk memanggil perwakilan diplomatik untuk diskusi,” tulis media Australia itu, mengutip pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri Australia.
”Australia dan Indonesia memiliki berbagai kepentingan ekonomi, politik dan keamanan. Dan kita adalah mitra dekat di wilayah tersebut, dan di forum global seperti APEC, G20 dan KTT Asia Timur,” lanjut pernyataan juru bicara itu.
Dia tampak muram, ketika menghadapi para wartawan. ”Saya di sini untuk berbicara dengan kementerian luar negeri, tidak kepada media,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Australia berkomentar soal pemanggilan Dubes Moriarty oleh pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia. Moriarty dipanggil untuk menjelaskan laporan penyadapan Australia terhadap Indonesia melalui fasilitas di Kedubes Australia di Jakarta.
Mengutip laporan Sidney Morning Herald, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Australia menanggapi, pemanggilan Dubes Moriarty. ”Itu adalah hak prerogatif pemerintah tuan rumah untuk memanggil perwakilan diplomatik untuk diskusi,” tulis media Australia itu, mengutip pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri Australia.
”Australia dan Indonesia memiliki berbagai kepentingan ekonomi, politik dan keamanan. Dan kita adalah mitra dekat di wilayah tersebut, dan di forum global seperti APEC, G20 dan KTT Asia Timur,” lanjut pernyataan juru bicara itu.
(mas)