Presiden Korsel janji berantas korupsi di industri nuklir
Jum'at, 01 November 2013 - 04:22 WIB
Presiden Korsel janji berantas korupsi di industri nuklir
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Korea Selatan (Korsel), Park Geun-hye, pada Kamis (1/11/2013), memerintahkan para pejabat di negara itu untuk memberantas korupsi di sektor tenaga nuklir, yang telah ternoda oleh serangkaian penutupan reaktor dan skandal.
"Kami tentu harus membasmi korupsi dalam industri nuklir," kata Geun-hye, seperti dikutip dari AFP. "Korupsi di pembangkit listrik tenaga nuklir telah memicu kemarahan publik. Tidak masuk akal, bahwa tidak ada yang telah dilakukan tentang hal itu begitu lama," tambahnya.
Sektor nuklir Korsel sedang berjuang untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik, setelah terjadinya skandal besar atas sertifikat keamanan palsu. Korsel sendiri memiliki 23 reaktor yang dimaksudkan untuk memenuhi lebih dari 30 persen dari kebutuhan listrik di negara itu.
Sampai saat ini, Seoul telah menegaskan akan mendorong maju dengan rencana untuk menambah 16 reaktor lagi pada 2030 mendatang. Namun, bulan lalu, sekelompok penasihat pemerintah menganjurkan peninjauan kembali rencana ekspansi nuklir untuk "meminimalkan konflik sosial".
"Kami tentu harus membasmi korupsi dalam industri nuklir," kata Geun-hye, seperti dikutip dari AFP. "Korupsi di pembangkit listrik tenaga nuklir telah memicu kemarahan publik. Tidak masuk akal, bahwa tidak ada yang telah dilakukan tentang hal itu begitu lama," tambahnya.
Sektor nuklir Korsel sedang berjuang untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik, setelah terjadinya skandal besar atas sertifikat keamanan palsu. Korsel sendiri memiliki 23 reaktor yang dimaksudkan untuk memenuhi lebih dari 30 persen dari kebutuhan listrik di negara itu.
Sampai saat ini, Seoul telah menegaskan akan mendorong maju dengan rencana untuk menambah 16 reaktor lagi pada 2030 mendatang. Namun, bulan lalu, sekelompok penasihat pemerintah menganjurkan peninjauan kembali rencana ekspansi nuklir untuk "meminimalkan konflik sosial".
(esn)